Terpantau.com – Mulai lagi yuk dengan novel terbaru. Masih novel Siwi Susilaningsih. Berbeda dengan novel penagraf, pada novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya. Dengan tokoh utama Eve, Erwin dan Ryan.
Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.
Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.
Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.
Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.
Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.
Stay Tune!
Episode 83. Menyapa Tuhan Dalam Ziarah Batin Di Pemakaman Romo Sandjaja.
Kembali Ryan memacu mobil yang dikendarainya. Tidak perlu waktu lama, perjalanan kami sudah melewati Kompleks Pemakaman Romo Sandjaya. Ryan bertanya apakah mau mampir dulu ziarah. Dia bertanya padaku, bukan pada Erwin. Karena Ryan tahu pasti, Erwin akan menyerahkannya padaku. Aku berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan kalau aku mau berdoa sejenak di makam itu. Erwin mengikuti. Melania dan Ryan menunggu diluar kompleks.
Baca Juga: Perluas Pasar Ekspor, Kementan Perkuat Kerjasama Bidang Peternakan dan Pertanian dengan Timor Leste
Beberapa kali aku sudah pernah berdoa di Kompleks Pemakaman ini. Makam Martir Pribumi Indonesia yang pertama. Kompleks pemakaman yang berseberangan dengan salah satu sekolah asrama Van Lith itu terkesan teduh. Banyak pepohonan dan juga bunga warna-warni. Cahaya lilin seolah tak henti-hentinya selalu menyala. Tentu saja hal ini menunjukkan banyaknya umat yang berdoa disini. Orang banyak menyebutnya sebagai Kerkop yang berasal dari bahasa Belanda yaitu kerkhof, yang berarti taman gereja (kerk-hof). Disebut demikian karena dahulu di taman gereja selalu terdapat kuburan. Kerkop di Muntilan ini semula adalah makam khusus bagi para rohaniwan Jesuit (SJ). Karena alasan tertentu, beberapa rohaniwan di luar Jesuit juga dimakamkan di sana, salah satunya adalah Romo Richardus Kardis Sandjaja,Pr.
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Pejuang Kesepakatan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Sesuatu Menunggu Di Muntilan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Gagal Makan Malam Di Sekitaran Apartemen'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Ada Hal yang Mereka Sembunyikan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Sesuatu yang Menunggu dan Harus Kutuju'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Sesuatu yang Mengejutkanku'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Makan Pagi Di Hari yang Asri'