Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Menyapa Tuhan Dalam Ziarah Batin Di Pemakaman Romo Sandjaja'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Sabtu, 25 November 2023 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Menyapa Tuhan Dalam Ziarah Batin Di Pemakaman Romo Sandjaja' (www.google.com/maps)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Menyapa Tuhan Dalam Ziarah Batin Di Pemakaman Romo Sandjaja' (www.google.com/maps)

Terpantau.com – Mulai lagi yuk dengan novel terbaru. Masih novel Siwi Susilaningsih. Berbeda dengan novel penagraf, pada novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya. Dengan tokoh utama Eve, Erwin dan Ryan.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Happy Black Friday, Rayakan Dengan Belanja Dan Diskon Besar-Besaran Di Minggu Keempat Bulan November, 4 Minggu Sebelum Natal

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 3. Cakrawala Baru.

Baca Juga: Pasang Twibbon Yuk Untuk Meriahkan Hari Guru Nasional 2023 yang Bertema Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar. Bisa Dipasang Di Akun Medsos

Episode 83. Menyapa Tuhan Dalam Ziarah Batin Di Pemakaman Romo Sandjaja.

Kembali Ryan memacu mobil yang dikendarainya. Tidak perlu waktu lama, perjalanan kami sudah melewati Kompleks Pemakaman Romo Sandjaya. Ryan bertanya apakah mau mampir dulu ziarah. Dia bertanya padaku, bukan pada Erwin. Karena Ryan tahu pasti, Erwin akan menyerahkannya padaku. Aku berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan kalau aku mau berdoa sejenak di makam itu. Erwin mengikuti. Melania dan Ryan menunggu diluar kompleks.

Baca Juga: Perluas Pasar Ekspor, Kementan Perkuat Kerjasama Bidang Peternakan dan Pertanian dengan Timor Leste

Beberapa kali aku sudah pernah berdoa di Kompleks Pemakaman ini. Makam Martir Pribumi Indonesia yang pertama. Kompleks pemakaman yang berseberangan dengan salah satu sekolah asrama Van Lith itu terkesan teduh. Banyak pepohonan dan juga bunga warna-warni. Cahaya lilin seolah tak henti-hentinya selalu menyala. Tentu saja hal ini menunjukkan banyaknya umat yang berdoa disini. Orang banyak menyebutnya sebagai Kerkop yang berasal dari bahasa Belanda yaitu kerkhof, yang berarti taman gereja (kerk-hof). Disebut demikian karena dahulu di taman gereja selalu terdapat kuburan. Kerkop di Muntilan ini semula adalah makam khusus bagi para rohaniwan Jesuit (SJ). Karena alasan tertentu, beberapa rohaniwan di luar Jesuit juga dimakamkan di sana, salah satunya adalah Romo Richardus Kardis Sandjaja,Pr.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X