Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Makan Pagi Di Hari yang Asri'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Jumat, 24 November 2023 | 15:40 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Makan Pagi Di Hari yang Asri'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Makan Pagi Di Hari yang Asri'

Terpantau.com – Mulai lagi yuk dengan novel terbaru. Masih novel Siwi Susilaningsih. Berbeda dengan novel penagraf, pada novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya. Dengan tokoh utama Eve, Erwin dan Ryan.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Kantor Kemenag Bisa Dimanfaatkan sebagai Rumah Ibadat Sementara, Berikut Ketentuannya

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 3. Cakrawala Baru.

Baca Juga: MBC Menang Banyak, Drakor My Dearest Borong 5 Piala Grimae Awards Melalui Namkoong Min dan Ahn Eun Jin. Berikut Daftar Lengkapnya!

Episode 82. Makan Pagi Di Hari yang Asri.

Akhirnya kekakuanku itu bisa berhenti sementara ketika Ryan membelokkan mobilnya ke salah satu rumah makan yang ada di Jalan Magelang, hampir sampai Muntilan. Hari masih pagi dan suasana segar. Ryan bicara sama Erwin kalau kesini harus mencoba kopi khas di warung ini. Kopi hitam kental dan pahit. Kalau aku pasti tak akan pesan minuman itu juga jajanan khas rebus-rebusan disini yang mungkin tak ada di Jakarta.

Baca Juga: Dukung Prabowo Gibran, Relawan Banyumas Dirikan Posko Pemenangan Rumah Indonesia Maju

Suasana rumah makan itu memang asli dan serasa banget seperti kembali ke rumah nenek di kampung. Banyak pepohonan dan bunyi suara burung dan hewan ternak lainnya. Untuk makanan yang ada juga khas Yogya Jawa Tengah, ada gudeg dan juga nasi rames. Aku memilih nasi pecel yang banyak daunnya saja dan tak ada daging sehingga bisa menjaga tubuh ini kalau-kalau kemasukan banyak kolesterol. Bagaimanapun juga aku masih punya kesadaran diri untuk menjaga body dan kecantikan selama mungkin. Aku hanya berpikir kalau itu banyak manfaatnya saja. Mungkin Ryan dan Erwin itu bonus yang ada.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X