Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Membungkus Rapi Rahasia'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Kamis, 7 Desember 2023 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Membungkus Rapi Rahasia' (Unsplash/Kym MacKinnon)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Membungkus Rapi Rahasia' (Unsplash/Kym MacKinnon)

Terpantau.com – Mulai lagi yuk dengan novel terbaru. Masih novel Siwi Susilaningsih. Berbeda dengan novel penagraf, pada novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya. Dengan tokoh utama Eve, Erwin dan Ryan.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Tokoh Agama yang Tergabung Dalam Forum Peduli Indonesia Damai Sampaikan Seruan Indonesia Damai. Berikut Teks Lengkapnya.

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.

Baca Juga: Contoh Soal, Kunci Jawaban dan Pembahasan Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Kimia Kelas XII SMA MA IPA

Episode 95. Membungkus Rapi Rahasia.

Akhirnya aku dan Melania bersepakat bahwa masalah foto itu harus menunggu Ryan menjawab. “Aku mandi dulu. Nanti makan malam di perjalanan turun ya,” kata Melania. Aku setuju dengan apa yang diucapkannya. Habis  itu aku bingung mau berbuat apa. Erwin dan Alex belum kembali. Akhirnya aku keluar rumah untuk menuju ke halaman belakang rumah Ryan. Tempat duduk dan meja-meja panjang untuk makan bersama. Ryan mendesign-nya dengan apik. “Untuk tamu-tamu sekira mau mengadakan acara disini,” ucap Ryan dulu kembali terngiang di telingaku. Di sebelah selatan, ada tempat untuk perapian api unggun. Bisa digunakan sewaktu ada yang mau outbond dan camping.

Baca Juga: Budaya Sehat Jamu Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia Diinskripsi ke Dalam Daftar WBTb UNESCO

Aroma bunga kopi kembali mengajakku menari. Kembali ke ingatan yang lalu. Berjalan ke Bukit Plawangan. Sebelumnya di Puncak Plawangan terdapat Pos Pengamatan Gunung Merapi, namun sejak peristiwa gunung Merapi meletus, Pos Pengamatan itu juga ditutup permanen. Belum juga lamunanku tuntas mengembara lebih jauh, kudengar suara Alex memasuki halaman rumah Ryan. Aku bergegas menyambut mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X