Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Rumah Erwin yang Penuh Nuansa'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 24 Desember 2023 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Rumah Erwin yang Penuh Nuansa' (pixabay.com jeanvdmeulen-919322)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Rumah Erwin yang Penuh Nuansa' (pixabay.com jeanvdmeulen-919322)

Terpantau.comNovel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: 33 Twibbon Keren Dapat Dipilih Untuk Memeriahkan Natal dan Tahun Baru 2024, Pasang Yuk Di Akun Medsos

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.

Baca Juga: Sembilan Nama Rusa Kutub Penarik Kereta Sinterklas. Ada Rudolph, Si Pemimpin Kawanan yang Hidungnya Merah Bercahaya

Episode 112. Rumah Erwin yang Penuh Nuansa 

Aku mengikuti panggilan Erwin. Sesaat aku membayangkan bagaimana kira-kira interior rumah Erwin mengingat tampilan bagian depan yang bergaya Gothic. Apakah interiornya juga sama? Begitu sampai di depan pintu, aku melepaskan sepatuku, takut mengotori lantai rumah Erwin. Benar saja, Erwin menyiapkan slippers warna Gothic juga, eh maksudnya warna coklat gelap. Aku memakainya. Lalu Erwin mengajakku duduk di meja makan. Kembali aku kagum. Meja makan yang didesign Gothic itu terbuat dari kayu jati dengan kaki-kaki dari besi kokoh warna coklat. Demikian juga kursinya, hanya saja bantalannya berwarna putih coklat.

Baca Juga: 33 Twibbon Keren Dapat Dipilih Untuk Memeriahkan Natal dan Tahun Baru 2024, Pasang Yuk Di Akun Medsos

“Teh cammomile. Gulanya ada disini,” kata Erwin begitu aku duduk. Aku memandang sekeliling. Dapur rumah Erwin juga bernuansa Gothic, demikian juga lemari makan dan kitchen set yang ada. Dari dapur aku dapat memandang ke depan. Di ruang tamu yang luas itu, ada partisi yang membatasi antara ruang tamu dan ruang keluarga. Furniture yang ada semua nuansa Gothic hanya gradasi warnanya yang lebih soft, agak putih atau coklat. Di ruang tamu ada perapian tiruan, seperti yang ada di rumah Ryan. Aku seperti merasakan ada konektivitas. TV besar ada di dekat perapian tiruan itu, dan beberapa pigura foto. Di samping itu ada tangga keatas menuju lantai dua. Ada dua kamar tidur di samping ruang tamu dan keluarga itu. Sementara dibalik ruang keluarga ada satu kamar. Kuduga itu kamar Erwin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X