Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Hanya Satu Kata: Aku Bahagia'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Jumat, 2 Februari 2024 | 16:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Hanya Satu Kata: Aku Bahagia' (Freepik)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Hanya Satu Kata: Aku Bahagia' (Freepik)

Terpantau.com - Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Puan Maharani Kunjungi Industri Rumahan Kelapa Gula dan UMKM Batik di Banjarnegara

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!

Bagian 5. Persemaian Hati Tuaian Jiwa.

Baca Juga: Terkesan dengan Produk UMKM Purbalingga, Puan Maharani Borong Produk Ecoprint Hingga Sepeda Listrik

Episode 152. Hanya Satu Kata: Aku Bahagia

Kali ini Erwin tiba di Muntilan sudah malam dan sendirian. Tidak tahu apakah karena dia kangen aku atau karena tanggungjawabnya yang seharusnya dia sudah jaga disini dan digantikan olehku. Dia dari Jakarta dengan pesawat sore, begitu tiba langsung menuju stasiun Tugu. Dari sana dia naik mobil sewaan ke Muntilan. Sampai sini sudah malam. Pukul 21.00. Aku kebingungan mau menyediakan makan apa untuk Erwin.

Baca Juga: Ishtar, Salah Satu Simbol Valentine: Dewi Cinta yang Cantik dan Berani, Punya Banyak Kekasih. Simak Yuk Bionarasinya

Lagipula Erwin tidak memberi kabar kalau dia akan tiba malam ini. Sebelumnya, aku perkirakan dia tiba hari Sabtu pagi. Akhirnya aku bertanya, apakah dia mau kalau kubuatkan mie instant? Erwin menyambut dengan senang hati. Aku merasa dia sengaja mau menguji kesiapsiagaanku. Jadilah setelah dia menyegarkan diri, dia minum teh hangat dan minum mie instan rasa kari yang kubuat dengan modifikasi kuberi telur mata sapi dan sambal laoganma andalan Alex. Erwin tampak menikmati benar makannya, entah karena dia tak pernah makan, entah karena dia lapar, entah karena aku yang masak atau memang masakanku enak. Pokoknya aku bahagia malam ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X