Terpantau.com - Pada momen peringatan Hari Ibu 2022, Terpantau.com menghadirkan sebuah cerpen atau cerita pendek yang berkisah tentang Ibu.
Cerita pendek atau cerpen merupakan prosa fiksi yang menceritakan tentang suatu peristiwa yang dialami oleh tokoh utama. Cerpen termasuk dalam sastra populer. Karya sastra ini terdiri dari satu inti kejadian yang dikemas dengan cerita yang padat. Tentang Hari Ibu misalnya.
Sementara Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Kalau ditulis dalam cerpen seru pastinya.
Baca Juga: Tahu Lullaby Nggak? Jelajahi Yuk, Cara Orangtua Berbagai Negara Menidurkan Anaknya - Kanada
Cerpen hari ini karya Krisworini.
Seporsi Bakmi Buat Ibu
Menurutku Ibu adalah sosok yang jauh dari seorang ibu ideal. Tak pernah ada dongeng dari ibu kala malam datang menjemputku untuk tidur. Ibu juga tidak pernah memelukku saat aku sakit. Sekeras apapun aku berusaha membuatnya bangga, tak pernah ada sekelumit pujian untukku.
Aku pernah menjadi juara membaca puisi tingkat nasional, juara kelas, juara ketiga dalam lomba telling story, lalu dengan giat belajar aku diterima disebuah sekolah menengah umum favorit tanpa kesulitan.
Seperti sekuntum Mawar yang sesaat merekah kemudian terkulai layu seketika saat dengan semangat aku memberi tahu ibu akan keberhasilanku. Ibu hanya sebentar menoleh tanpa ekspresi, lalu sibuk melanjutkan pekerjaannya diantara asap, wajan penggorengan dan kuali soto diatas tungku.
Ibu hanya mendengar sambil lalu. Bahkan tidak peduli apakah aku sudah makan atau belum, dia segera menyuruhku membantu pekerjaan di warung makannya.
Aku ingat masa kanak kanakku, Bapaklah yang lebih banyak meluangkan waktunya untukku. Dari mandi pagi, hingga dongeng sebelum tidur bapaklah yang selalu melakukannya. Seringkali aku menyesali kenapa bukan ibu saja yang meninggal mendahului bapak.
Sejak kepergian bapak aku tidak lagi menjadi remaja berprestasi. Aku malas melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi. Aku memutuskan untuk menikah diusia muda. Senang sekali melihat keterkejutan diwajah ibu saat itu.
Aku berusaha menjadi ibu yang baik buat anakku. Apa yang aku ingin ibu lakukan untukku, aku melakukannya untuk anakku. Membacakan buku, mendampinginya belajar, memberinya pujian jika ia berprestasi.
Baca Juga: Novel Penagraf Ivy, 'Morning Glory'
Artikel Terkait
Cerita Rakyat Dari Negara Laos 'Mahkluk Terpintar'
Cerita Rakyat Negara Brunei Darusalam, 'Asal Usul Mata Gajah Kecil'
Cerita Rakyat Dari Negara Maroko, 'Aisha Kandisha'