Kecanggihan Teknologi Masa Kini dan Masa Depan : Dari NFC Sampai Metaverse

photo author
Suci Andrianti, Terpantau
- Jumat, 15 April 2022 | 19:15 WIB
Perkembangan  Teknologi Masa Kini dan Masa Depan / photo by Kindel Media dari pexels.com
Perkembangan Teknologi Masa Kini dan Masa Depan / photo by Kindel Media dari pexels.com

Istilah metaverse mulai sering dibicarakan sejak Facebook Inc berganti nama menjadi Meta karena ingin serius mengembangkan ruang digital tersebut.

Istilah Metaverse pertama kali dicetuskan penulis Neal Stephenson pada novel "Snow Crash" tahun 1992. Metaverse merupakan gabungan dunia nyata dan dunia virtual.

Di dunia maya, individu diwakili seorang avatar dan bisa melakukan kegiatan seperti di dunia sungguhan. Avatar itu juga akan bisa berinteraksi dengan avatar lainnya.

Salah satu penggunaan Metaverse di dunia kerja adalah untuk rapat virtual. Avatar berkumpul di sebuah ruangan kemudian mereka akan berbicara dan memaparkan dokumen layaknya rapat bertemu langsung.

Beberapa film yang pernah menggambarkan tentang Metaverse di antaranya, Ready Player One (2020), Minority Report (2002, Avatar (2009), Iron Man (2008), Her (2013), dll.

Penggunaan Metaverse di masa depan tidak sebatas pada dunia kerja. Seorang investor mata uang kripto dari Inggris bernama Pranksy dikabarkan membeli perumahan virtual di Metaverse tahun lalu.

Baca Juga: Erik Ten Hag DIkabarkan Sudah Setuju Jadi Manajer Manchester United

3. Semikonduktor

Gadget, gawai, atau HP kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa semikonduktor.

Intinya, semikonduktor atau sering disebut chip, merupakan otak bagi gawai elektronik, terutama ponsel pintar, internet of things (IoT) dan mobil swakemudi.

HP membutuhkan chip ini untuk menggerakkan semua fitur yang dimiliki, termasuk sambungan ke sinyal seluler, fungsi kamera, sampai game.

4. Satelit SATRIA-1

Di dalam negeri, Indonesia sedang membangun satelit multifungsi untuk meratakan jaringan telekomunikasi melalui SATRIA-1.

SATRIA-1 menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) atau satelit dengan kapasitas data yang besar.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menggunakan satelit ini khusus untuk menyelenggarakan layanan internet. Satelit ini memiliki kapasitas 150GBps.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

9 Cara Menghapus File Sampah di Laptop, Bye-Bye Lemot!

Kamis, 16 November 2023 | 19:59 WIB
X