kesehatan

Kenali Penyakit Thalasemia, Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

Minggu, 4 Desember 2022 | 17:21 WIB
Kenali Penyakit Thalasemia, Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan (@f-ilustrasi talasemia)

Terpantau.com - Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dari orangtua. Suatu kelainan penyakit dimana  tidak terbentuknya rantai hemoglobin di dalam darah. 

Penyakit Thalasemia sendiri bukanlah penyakit menular dan tidak bisa disembuhkan, namun dapat dideteksi secara dini.

Jika salah satu orangtua memiliki kelainan genetik yang menyebabkan Thalamesia, maka anak yang dilahirkan mengalami Thalasemia jenis ringan (Thalasemia minor).

Thalasemia jenis berat (Thalasemia mayor)  dapat diturunkan pada anak yang dilahirkan dari perkawinan antara kedua orang tua yang dua-duanya pembawa sifat. Seorang pembawa sifat Thalasemia secara kasat  mata  tampak  sehat (tidak  bergejala),  hanya  bisa  diketahuimelalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.

Anak yang menderita penyakit Thalasemia akan mengalami kekurangan kadar hemoglobin (Hb) yang disebut anemia. Anemia ini dapat menyebabkan tubuh terutama organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal dan yang lain akan kekurangan oksigen.

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama Thalasemia mayor, karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian. Untuk itu, perlu mengetahui gejala dan cara mengobatinya agar dapat dideteksi secara dini.

Penyebab penyakit Thalasemia terjadi karena adanya kelainan pada gen-gen yang mengatur pembentukan darah, sehingga produksinya terganggu. Gangguan ini akan mengakibatkan kerusakan pada sel darah merah, yang akan menimbulkan pecahnya sel darah tersebut.

Baca Juga: Imbas La Nina Tripple Dip, Waspadai 5 Penyakit Yang Biasa Muncul Di Musim Hujan

Gejala Thalasemia bisa bermacam-macam. Namun pada umumnya, penyakit ini ditandai dengan berbagai gejala sebagai berikut:

  • Anak lahir dengan kulit berwarna kuning atau pucat
  • Anemia
  • Mudah lelah
  • Kelainan bentuk tulang, terutama di wajah,
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang tertunda

Jika mendapati anak dengan kulit pucat, segeralah bawa ke fasilitas layanan primer. Lakukan pemeriksaan terhadap hemoglobin.

Penyakit Thalasemia sendiri bisa diobati dengan transfusi darah merah. Pemberian transfusi darah diberikan pada anak dengan kadar Hemoglobin kurang dari 7 gr/dL pada awal diagnosis, dan harus rutin dilakukan dengan rentang waktu 2-4 minggu. Selain rutin melakukan transfusi darah, pengidap Thalasemia juga harus diberikan pengobatan kelasi besi.

Setelah 20 kali transfusi darah, anak akan mengalami kelebihan zat besi (iron overload), yang akan tertimbun di organ-organ penting tubuh diantaranya adalah otak, pankreas, jantung, hati, ginjal serta organ penting lainnya yang dapat mengakibatkan gagal jantung, sirosis hepatis (kerusakan sel hati), diabetes melitus, kelainan ginjal dan kematian.

Baca Juga: Siap-siap! Bali Bakal Jadi Jadi Pusat Wisata Kesehatan Dunia

Oleh karena itu kelebihan zat besi ini harus dikeluarkan dari tubuh dengan memberikan pengobatan zat besi.

Halaman:

Tags

Terkini

Kenali 4 Gejala Awal Tubuh Mengalami Dehidrasi

Senin, 20 Mei 2024 | 20:27 WIB

10 Tips Agar Terhindar dari Penyakit Hipertensi

Jumat, 17 Mei 2024 | 22:29 WIB