Eksotisme Klenteng Hian Thian Siang Tee, Klenteng Tertua Di Jepara dengan Banyaknya Kisah Mistis yang Melekat

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 3 Januari 2024 | 08:15 WIB
Eksotisme Klenteng Hian Thian Siang Tee, Klenteng Tertua Di Jepara dengan Banyaknya Kisah Mistis yang Melekat (humas.jatengprov.go.id)
Eksotisme Klenteng Hian Thian Siang Tee, Klenteng Tertua Di Jepara dengan Banyaknya Kisah Mistis yang Melekat (humas.jatengprov.go.id)

Terpantau.com - Kota Jepara yang terkenal sebagai pusat kerajinan ukiran ini, tempat R.A Kartini dilahirkan, memiliki klenteng tertua yang merupakan jejak perkembangan budaya Tionghoa.

Klenteng Hian Thian Siang Tee atau Kelenteng Dewa Langit itu terletak di Gang Pinggir disamping Pasar Welahan. Nuansa merah begitu mencolok di gapuranya yang besar.

Eksotisme dari Klenteng ini akan dirasakan begitu memasuki area. Kita disambut dua patung jenderal kebanggaan kaum Tionghoa selalu siaga berjaga di pintu ruang peribadatan utama yang menjadi tempat Kong Co Hian Thian Siang Tee atau Dewa Langit.

Disampingnya, terdapat ruang untuk Kong Co Kwan Tee Kun dan Khong Hu Cu yang berukuran sekitar 2,5 meter. 

Baca Juga: Berkunjung ke Jepara, Capres Ganjar Pranowo Belajar Mengukir hingga Berdiskusi dengan Pengukir Gebyok

Di klenteng ini terdapat pula lima Kimsin (patung dewa) yakni Kong Co (dewa) Hian Thian Siang Tee atau Dewa Obat sebagai tuan rumah yang dibawa langsung dari dataran Cina.

Kimsin kedua adalah Kong Co Kwan Tee Kun dan Khong Hu Cu dan  Makco Kwan Im dan Sang Budha.

Tiga dewa yaitu Hian Thian Siang Tee, Kwan Tee Kun dan Khong Hu Cu berada di satu atap, dipisahkan dinding namun ada pintu yang menghubungkan.

Klenteng ini bangunan aslinya terbuat dari dominan kayu. Untuk memperkokoh di belakang dinding-dinding utama ditopang dengan tembok.

Baca Juga: PDIP Optimis di 2024, Capres Cawapres Ganjar Mahfud MD Banyak Didukung Tokoh Nasional yang Baik

Keaslian itu juga dapat dilihat pada daun pintu, tiang, atap serta dinding belakang Kong Co Hian thian Siang Tee masih asli sejak kali pertama didirikan.

Untuk penerangan pun masih tradisional karena menggunakan lampu teplok yang memakai minyak tanah dan tidak menggunakan aliran listrik. Hal itu dilakukan karena Kong Co-nya tidak menghendaki itu.

Hal unik lain yang terdapat di klenteng ini adalah keberadaan Makco Kwan Im dan Sang Budha. Hal ini terjadi karena kelenteng ini memang jadi satu dengan Wihara, tempat peribadatan umat Budha.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Mahfud MD Teladani Bung Hatta dan Konsep Dwi Tunggal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Rekomendasi Tempat Hangout Hits di Jakarta

Jumat, 12 Juli 2024 | 13:12 WIB

8 Destinasi Liburan Sekolah yang Menyenangkan

Rabu, 5 Juni 2024 | 11:02 WIB
X