Jelajah Bangunan Wihara atau Klenteng Di Indonesia: Amurva Bhumi, Jatinegara (Part 3)

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 8 Januari 2023 | 10:15 WIB
Jelajah Bangunan Wihara atau Klenteng Di Indonesia: Amurva Bhumi, Jatinegara (Part 3) (dinaskebudayaan.jakarta.go.id)
Jelajah Bangunan Wihara atau Klenteng Di Indonesia: Amurva Bhumi, Jatinegara (Part 3) (dinaskebudayaan.jakarta.go.id)

Terpantau.com – Banyak sekali bangunan wihara atau klenteng di Indonesia. Semua wihara atau klenteng itu mempunyai kisahnya sendiri-sendiri.

Mungkin agak sukar membedakakan antara wihara dan klenteng karena adanya alasan politis dimasa lalu. Wihara adalah rumah ibadah agama Buddha, bisa juga dinamakan kuil. Klenteng adalah rumah ibadah penganut taoisme, maupun konfuciusisme.

Karena di Indonesia, kebanyakan yang pergi ke wihara atau kuil atau klenteng umumnya adalah etnis Tionghoa, maka menjadi agak sulit untuk dibedakan, karena umumnya sudah terjadi sinkritisme antara Buddhisme, Taoisme, dan Konfuciusisme.

Baca Juga: Keindahan Sejoli Pantai Pasir Putih Parbaba dan Pantai Indah Situngkir Pangururan,Tempat Wisata TakTerlupakan

Kali ini mari ceritakan tentang Wihara atau Klenteng Fu De Gong atau Amurva Bhumi, Jatinegara.

Wihara atau klenteng ini semula bernama Fu De Gong atau Penguasa Berkah dan Kebajikan.

Usia dari wihara atau klenteng ini sudah lebih dari 329 tahun.

Klenteng atau wihara Amurva Vhumi  ini merupakan merupakan wihara tertua di Jakarta Timur dan nomor dua tertua di Jakarta setelah Klenteng Jin De Yuan di kawasan Pecinan Lama, Glodok, Jakarta Barat.

Berdasarkan sumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Wihara Fu De Gong dibangun pada akhir abad 19 dengan arsitektur Pseudeo Cina.

Baca Juga: Alstonia scholaris? Simak Karakteristik, Manfaat dan Mengapa Pohon Pule Disebut Pohon Sarjana

Tuan rumah atau Dewa utama di wihara atau klenteng Amurva Bhumi  ini adalah dewa Pak Kung Lao Ye.

Dewa Pak Kung Lao Ye adalah dewa yang melambangkan kesuksesan berdagang.

Pemilihan dewa utama di wihara Amurva Bhumi ini berlandaskan kedekatan tempat dengan Pasar Lama Jatinegara atau Pasar Mester.

Menurut cerita, dulu dipilih disini karena dekat dengan pasar. Biasanya banyak pedagang yang berdoa di wihara atau klenteng disini memohon kesuksesan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X