Menyambut Ramadhan: Ini 4 Persiapan Penting agar Bulan Suci Lebih Bermakna

photo author
- Rabu, 28 Februari 2024 | 14:30 WIB
Ilustrasi - Membayar utang puasa yang telah lalu merupakan salah satu persiapan yang paling wajib dilakukan sebelum datagnya bulan Ramadhan
Ilustrasi - Membayar utang puasa yang telah lalu merupakan salah satu persiapan yang paling wajib dilakukan sebelum datagnya bulan Ramadhan

Terpantau.com -  Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan suci ini dianggap sebagai waktu yang penuh berkah, kesempatan untuk membersihkan jiwa, meningkatkan ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Persiapan yang matang sebelum memasuki bulan Ramadhan sama pentingnya seperti ketika kita hendak kedatangan tamu terhormat, Raja, Presiden, atau tamu-tamu mulia lainnya. Sehingga tentu kita akan mempersiapkan kedatangan tamu penting tersebut dengan baik dan menyambut dengan sebaik-baiknya sambutan.

Begitu juga dengan menyambut datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah memberikan kita banyak contoh, nasihat, dan tuntunan dalam persiapan menyambut Ramadhan, serta amalan-amalan yang bisa kita lakukan dałam memantaskan diri sebelum datangnya Ramadhan.

Mengutip dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya oleh Abu Maryam Kautsar Amru, berikut ini empat persiapan yang bisa kita lakukan sebagai umat Muslim dałam menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat untuk Penerbangan Musim Haji 2024

Lima Persiapan Menyambut Ramadhan

1 .Mulai memperbanyak dan belajar membaca Alquran

Hal ini dimaksudkan sebagai latihan keseriusan membaca Alquran sebelum datangnya bulan Ramadhan, yang harus senantiasa kita isi dengan amalan membaca alquran. Tujuan ini sama dengan tujuan memperbanyak puasa sunnah pada bulan sya'ban, yakni agar kita terlatih dan sudah terbiasa.

2. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan Syaban

Pada bulan Syaban, sebulan sebelum Ramadhan. Rasulullah SAW banyak sekali melakukan puasa sunnah pada bulan ini. Bahkan dalam salah satu hadits shohih, sampai dikatakan Rasulullah hampir puasa sebulan penuh pada bulan Syaban ini.

Rasulullah banyak melakukan puasa sunnah pada bulan Syaban dimaksudkan sebagai "latihan puasa" untuk persiapan memasuki puasa Ramadhan.

Dari ‘Aisyah ra beliau mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu falaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

Ada catatan penting bagi puasa di bulan Syaban ketika sudah mendekati masuk bulan Ramadhan. Sehari atau dua hari sebelum masuk bulan Ramadhan, kita dilarang untuk berpuasa pada akhir bulan Syaban ini.

Hal ini dilarang dengan alasan agar tidak tercampur antara puasa sunnah pada bulan Sya'ban dengan puasa wajib pada bulan Ramadhan. Yakni agar jangan sampai kita melakukan puasa Sunnah bulan Syaban, padahal sebenarnya secara hitungan bulan sudah masuk bulan Ramadhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: islamdigest.republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X