Pengantar Renungan Paskah Minggu Kelima

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Selasa, 21 Februari 2023 | 17:17 WIB
Pengantar Renungan Paskah Minggu Kelima (Noe)
Pengantar Renungan Paskah Minggu Kelima (Noe)

Terpantau.com - Sebagaimana  tradisi dari Gereja  Katolik  yang tercermin dalam kalender Liturgi 2023, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu 22 Februari dan berakhir pada hari Jumat Agung 7 April 2023. Waktu yang cukup untuk renungan.

Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.

Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.

Kali ini Terpantau.com akan menyajikan renungan harian yang akan dimulai sejak Rabu Abu, 22 Februari 2023 sampai dengan Pekan Suci.

Baca Juga: Novel Penagraf Ivy Bagian II Jakarta Jakarta Jakarta, 'Sang Kurator'

Sebagai gambaran di masing-masing Pekan akan disajikan Pengantar yang menunjukkan isi renungan dan beberapa bacaan Kitab Suci pada hari yang bersangkutan.

Beberapa ungkapan hati dimana kita diminta untuk  memperbarui pertobatan dan memohon rahmat maupun kekuatanNya.

Belajar lagi dengan merefleksikan hal-hal lama yang barangkali tersimpan sebagai misteri, seraya berharap apa yang kami lakukan dengan mundur sebentar dari kegiatan sehari-hari itu berguna untuk menguatkan diri, dan pada gilirannya kembali kepada perutusan kami masing-masing.

Baca Juga: Mengenal Jerry Yan, Aktor Utama The Forbidden Flower yang Awet Muda dan Menawan

Pada Minggu Kelima, Kami mengingat-ingat kembali janji Tuhan dan merenungkannya. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih   bagi kamu, melipatgandakan dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

Hal itu terjadi setelah kita benar-benar dilahirkan kembali dalam roh: Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, yaitu oleh Sabda Allah, yang hidup dan yang kekal.

Kejadian yang akan kita lalui mungkin akan serupa dengan kejadian-kejadian sebelumnya, tetapi kini dengan cara pandang yang berbeda.

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Baca Juga: Subtes Penalaran Matematika: 5 Contoh Soal, Kunci Jawaban dan Pembahasan Tes Skolastik UTBK 2023

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Buku Tuhan Kasihanilah Kami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X