Pengantar Renungan Paskah Minggu Kedua

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 19 Februari 2023 | 14:15 WIB
Pengantar Renungan Paskah Minggu Pertama (Noe)
Pengantar Renungan Paskah Minggu Pertama (Noe)

 

Terpantau.com - Sebagaimana  tradisi dari Gereja  Katolik  yang tercermin dalam kalender Liturgi 2023, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu 22 Februari dan berakhir pada hari Jumat Agung 7 April 2023. Waktu yang cukup untuk renungan.

Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.

Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.

Kali ini Terpantau.com  akan menyajikan renungan harian yang akan dimulai sejak Rabu Abu, 22 Februari 2023 sampai dengan Pekan Suci.

Sebagai gambaran di masing-masing Pekan akan disajikan Pengantar yang menunjukkan isi renungan dan beberapa bacaan Kitab Suci pada hari yang bersangkutan.

Beberapa ungkapan hati dimana kita diminta untuk  memperbarui pertobatan dan memohon rahmat maupun kekuatanNya.

Baca Juga: Wisata Rohani Gereja Palasari Hati Kudus Yesus, Perpaduan Arsitektur Gaya Belanda dan Budaya Bali

Belajar lagi dengan merefleksikan hal-hal lama yang barangkali tersimpan sebagai misteri, seraya berharap apa yang kami lakukan dengan mundur sebentar dari kegiatan sehari-hari itu berguna untuk menguatkan diri, dan pada gilirannya kembali kepada perutusan kami masing-masing.

Pada Minggu Kedua, Kami sudah lebih merasakan keheninganNya. Di padang gurun hati kami, maka kami merasakan sunyi tetapi ada ketenteraman, kami mulai merasakan misteriNya: Dengarlah suara padang gurun hati. Ia adalah keheningan semesta, misteri tiada tara.

Dalam keheningan itu, kami ada tanya dan keyakinan: Dapatkah manusia mengubah nasibnya? Kami menjawab dengan keyakinan: Tentu Saja. Kalau Cukup percaya. Manusia bisa mengubah apa saja.

Lantas kita juga berharap: Ingatlah ya Tuhan dan sudilah menampakkan diriMu di waktu kesesakan kami.

Baca Juga: Wisata Museum: Sejarah Gereja di Balkon Katedral Jakarta

Didalam kehadiranNya itu kami dengan jujur bertanya Hasil kerja apakah kiranya yang rela dapat kita berikan pada orang lain, untuk merangkul kebajikan dan pemberian diri kita tanpa pamrih?.

Tuhan hanya memberitahu kepada kami: Pergilah. Dan Jangan berbuat dosa lagi. Kesalahanmu telah dihapus, dan dosamu telah diampuni.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Buku Tuhan Kasihanilah Kami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X