Bisnis Waralaba SPKLU, Isi Daya Kendaraan Listrik Bakal Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat Indonesia

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Kamis, 30 Maret 2023 | 02:59 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan 10 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area atau tempat peristirahatan dan pelayanan di jalan tol selama libur Natal dan Tahun Baru 2023. (Instagram @official.jmrb)
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan 10 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area atau tempat peristirahatan dan pelayanan di jalan tol selama libur Natal dan Tahun Baru 2023. (Instagram @official.jmrb)

 

Terpantau.com Aktivitas mengisi daya kendaraan listrik diharapkan menjadi gaya hidup baru masyarakat Indonesia. Untuk itu, PLN membangun pola waralaba terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun SPKLU di tempat-tempat strategis seperti hotel, mall, area perkantoran, hingga kedai kopi.

"Kami juga merancang suatu franchising sehingga kami bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Terutama yang punya lahan-lahan di tempat strategis. Sehingga nanti untuk motor listrik, mobil listrik sendiri ini menjadi suatu gaya hidup baru," katanya.

Baca Juga: Dukung Program Subsidi Kendaraan Listrik, PLN Bakal Bangun SPKLU dan Layanan Home Charging

Masyarakat nantinya bisa mengisi daya kendaraan listrik mereka sambil melakukan aktivitas lainnya, seperti berbelanja, mengurus keperluan di kantor, atau menikmati kopi di kedai-kedai kopi.

PLN juga berupaya untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi kepada para pengemudi ojek daring yang menggunakan sepeda motor listrik dengan menghadirkan lebih banyak Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Dengan demikian, para pengemudi ojek daring tidak perlu lagi mengisi daya sepeda motor listrik dengan waktu berjam-jam. Mereka cukup menukar baterai kosong dengan baterai yang telah terisi penuh di SPBKLU tersebut.

"Untuk yang ojek nanti kemana pun bergerak, nanti tidak perlu mengecas lagi, tapi mengganti baterai. Kalau mengecas mungkin butuh waktu 4 jam kan, agak sulit juga operasionalnya. Nah kalau mengganti baterai hanya sekitar dua sampai tiga menit seperti isi bensin biasa," ujarnya.

Baca Juga: PLN Siagakan 570 POM Listrik atau SPKLU di 238 Lokasi Hingga Akhir 2022

Ia optimistis pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat besar. Peralihan kendaraan dari bermesin bensin menjadi listrik merupakan keniscayaan lantaran masyarakat sudah mulai teredukasi bahwa kendaraan ramah lingkungan tersebut memiliki banyak keunggulan.

"Ini adalah perubahan yang besar dan ini adalah keniscayaan, karena apa? Karena biaya operasionalnya jauh lebih murah dan emisi gas rumah kacanya juga jauh lebih rendah. Maka ini juga bukan penghematan saja, tetapi ini juga bagaimana kita menyelamatkan bumi dari pemanasan global," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X