Terpantau.com - Sebagaimana tradisi dari Gereja Katolik yang tercermin dalam kalender Liturgi 2023, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu 22 Februari dan berakhir pada hari Jumat Agung 7 April 2023. Waktu yang cukup untuk renungan.
Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.
Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.
Kali ini Terpantau.com akan menyajikan renungan harian yang akan dimulai sejak Rabu Abu, 22 Februari 2023 sampai dengan Pekan Suci.
Baca Juga: Novel Penagraf Ivy Bagian II Jakarta Jakarta Jakarta, 'Cinta yang Mulai Dipertanyakan'
Renungan hari ini adalah Renungan Hari Kamis sesudah Rabu Abu.
Berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Kata ‘berbalik’ merupakan kata kunci yang menyatakan arah dan keberpihakan. Jika sebuah kendaraan menemukan kemacetan parah di jalan, maka ada upaya untuk berbalik arah.
Kalau ada kesalahan yang dilakukan seseorang, maka akan sampai pada waktunya ia sadar harus berpihak kepada yang benar. Kisah di kitab suci tentang anak bungsu yang kembali pada bapanya adalah kisah tentang sikap yang ber-balik arah.
Seruan ‘berbaliklah’ adalah sebuah seruan yang senantiasa berdengung untuk mengingatkan agar orang senantiasa harus kembali menempuh jalan sesuai dengan rencana Tuhan.
Demikian juga yang terjadi pada awal-awal perutusan sebagaimana dicatat oleh Santo Paulus.
’Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan BERBALIK kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.'
Dalam skala yang lebih kecil, hati kita senantiasa diingatkan untuk kembali kepada rencana Tuhan, pertama demi Kemu-liaaNya dan kedua, oleh karena kita berharap Tuhan tetap sebagai raja, dimana kita berpihak pada kehendakNya, agar senantiasa kita diberinya rahmat yang cukup, pengampunan yang menyembuhkan dan agar kita belajar kembali untuk memberi pengampunan kepada yang lain.