'Dari Debu Kembali Ke Debu Tetapi Roh Diselamatkan Oleh Allahku', Renungan Hari Rabu Abu Masa Pra Paskah 2023

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 22 Februari 2023 | 12:12 WIB
'Dari Debu Kembali Ke Debu Tetapi Roh Diselamatkan Oleh Allahku', Renungan Hari Rabu Abu Masa Pra Paskah 2023 (Palm Ash – Foto Courtesy: Ritche Steven)
'Dari Debu Kembali Ke Debu Tetapi Roh Diselamatkan Oleh Allahku', Renungan Hari Rabu Abu Masa Pra Paskah 2023 (Palm Ash – Foto Courtesy: Ritche Steven)

Terpantau.com - Sebagaimana  tradisi dari Gereja  Katolik  yang tercermin dalam kalender Liturgi 2023, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu 22 Februari dan berakhir pada hari Jumat Agung 7 April 2023. Waktu yang cukup untuk renungan.

Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.

Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.

Baca Juga: 'Hanya Debulah Aku Di Bawah KakiMu Tuhan' Renungan Hari Rabu Abu Masa Pra Paskah 2023

Kali ini Terpantau.com akan menyajikan renungan harian yang akan dimulai sejak Rabu Abu, 22 Februari 2023 sampai dengan Pekan Suci.

Renungan hari ini adalah Renungan Hari Rabu Abu. 

Dari debu kembali ke debu tetapi roh diselamatkan oleh Allahku

oleh: Noe

Sejak beberapa tahun terakhir ini ada semacam kesadaran saya, yang barangkali juga bisikan roh bahwa ada kenyataan yang lebih lembut dibanding kesadaran tubuh. Sambil merasakan itu, saya menemukan pesan rasul Paulus bahwa kesadaran tentang roh menjadi kesadaran berikutnya setelah kesadaran tubuh.

'Jika roh memang ada didalam tubuh,  maka  sudah  selayaknya  saya  tidak  hidup melulu dalam kesadaran tubuh: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam ROH, jika memang ROH Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki ROH Kristus, ia bukan milik Kristus.' (Roma 45:9)

Roh Kristus tinggal dalam hati setiap orang, apabila ia menyadarinya sebagai kenyataan yang harus dialami dengan sungguh-sungguh. Lebih jauh rasul Paulus menyatakan: Sebab kamu tidak menerima ROH perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima ROH yang menjadikan kamu  anak  Allah.  Oleh  ROH  itu  kita  berseru:  "ya Abba, ya Bapa."(Roma 45:15)

Baca Juga: Pengantar Renungan Paskah Minggu Keenam

Maka, Jika lebih jauh saya renungkan, sebenarnya Roh Kristus selama ini tinggal dalam hatiku, tetapi kesadaran tentang Roh Kristus itulah yang belum muncul pada diriku.  Terpujilah Tuhan karena bisikan tentang  kenyataan  Roh  itu  terus  menerus  berseru dari   kedalaman.

Tanda-tanda bahwa Roh yang berbi-sik dengan lembut itu berasal dari Allah seperti yang  dite-gaskan  oleh  Santo  Yohanes. 'Setiap  ROH, yang tidak menga-ku Yesus, tidak berasal dari Allah. ROH itu adalah ROH anti-kristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.' (1 Yohanes 62:3)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Buku Tuhan Kasihanilah Kami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X