Terpantau.com - Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur selain terkenal mempunyai banyak tempat wisata yang populer, juga mempunyai warisan budaya berupa kain songke yang terkenal indah dan terdapat beberapa motif populer.
Kain songke dari Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari warisan budaya di Indonesia seperti halnya tenun, kain songet, ulos dan batik yang tercatat di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Motif kain songke pun beragam.
Warna dasar kain songke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur adalah warna hitam yang melambangkan kebesaran dan keagunan serta kepasrahan bahwa semua manusia pada suatu saat akan Kembali kepada Mori Kraeng (Sang Pencipta). Warna sulam benang memberinya motif.
Sedangkan warna benang untuk sulam umumnya warna-warna yang mencolok seprti merah, putih, orange, dan kuning.
Motif yang dipakai pun tidak sembarang. Setiap motif mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan dan hubungan, baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam maupun dengan Sang Pencipta.
Seperti yang tercatat pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Kain songke telah menetapkanditetapkan sebagai salah satu dari 33 kain warisan budaya tradisional.
Kain songke merupakan salah satu dari ragam tenun ikat.
Baca Juga: Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Hadiah Paling Wah'
Songke adalah tenun khas masyarakat Manggarai yang berdiam di sisi barat Pulau Flores. Kain tenun ini wajib dikenakan saat acara-acara adat.
Acara adat yang itu misalnya kenduri (penti), membuka ladang (randang), hingga saat musyawarah (Nempung).
Berdasarkan sejarah, pada tahun 1613-1640 kerajaan Gowa Makasar, Sulawesi Selatan pernah berkuasa di hampir seluruh wilayah Manggarai Raya.
Pertemuan dengan berbagai macam kepentingan budaya melahirkan sesuatu yang baru bagi kebudayaan orang Manggarai.
Baca Juga: Contoh Soal PAS Semester Genap Biologi Kelas 11 SMA MA Lengkap Dengan Kunci Jawaban