Salah satunya adalah dalam hal berbusana sehingga kebudayaan dari Makasar sebagiannya dibawa ke Manggarai termasuk juga masalah kain yang dipakai.
Orang Makasar menyebut songke dengan sebutan songket, tetapi orang Manggarai lebih mengenalnya dengan sebutan songke (tanpa akhiran huruf t).
Biasanya kaum laki-laki mengenakan (tengge) Songke lalu mengombinasikannya dengan destar atau ikat kepala atau peci khas Manggarai.
Sementara para perempuan mengenakan dengan cara yang sama dengan atasan kebaya. Kain songke juga dipakai oleh para petarung dalam tarian Caci serta, dimanfaatkan sebagai mas kawin (belis) hingga untuk membungkus jenazah.
Berikut beberapa motif kain songke dan artinya.
1. Motif Mata Manuk
Mata manuk artinya mata ayam. Motif ini dikaitkan dengan Tuhan yang maha melihat. Masyarakat Manggarai meyakini kebesaran Tuhan yang mempu melihat hingga ceruk paling gelap sekalipun. Perbuatan manusia tidak ada yang luput dari pengamatan-Nya.
2. Motif Su’i
Motif ini berupa garis-garis yang seolah memberi batas antara satu motif dengan yang lainnya. Namun garis-garis ini bukannya tanpa arti. Su’i melambangkan segala sesuatu yang memiliki akhir. Seperti hidup yang cepat atau lambat akan menemui ujungnya.
Su’i juga dapat berarti kehidupan masyarakat Manggarai dibatasi oleh garis-garis berupa peraturan adat yang tidak boleh dilanggar.
3. Motif Wela Runu
Motif Wela Runu melambangkan bahwa orang Manggarai bagaikan bunga kecil tapi memberikan keindahan dan hidup di tengah-tengah kefanaan ini.
4. Motif Ntala
Artikel Terkait
Merunut Sejarah demi Mendefinisikan Batik, Warisan Takbenda UNESCO
Peringati Hari Batik Nasional, Kenali 11 Motif Batik Paling Populer
Mengenal Sulaman Suku Qiang yang Muncul Dalam Drama The Forbidden Flower Dengan Aktor Jerry Yan
Kisah Manusia Ikan Dan Asal Usul Labuan Bajo Lokasi Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN, Jangan Dilewatkan
Tempat Wisata Eksotis Labuan Bajo: Dari Pantai Hingga Pulau Dan Komodo, Dijamin Healing To The Max Jika Kesana