Yuk! Kenali Kebumen, Kota Burung Walet

photo author
Tim Terpantau 03, Terpantau
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:20 WIB
Yuk! Kenali Kebumen, Kota Burung Walet / IG @Andipukar
Yuk! Kenali Kebumen, Kota Burung Walet / IG @Andipukar

Terpantau.com - Kebumen mempunyai kisah tertentu akan asal usul penamaannya. Kota yang mendapat julukan Kota Burung Walet ini, konon berasal dari kabumian yang berarti sebagai tempat tinggal Kyai Bumi setelah dijadikan daerah pelarian Pangeran Bumidirja atau Pangeran Mangkubumi dari Mataram pada 26 Juni 1677, saat Sunan Amangkurat I berkuasa.

Sebelum bernama Kebumen, daerah ini bernama Panjer dan tercatat dalam peta sejarah nasional sebagai daerah yang berhasil menjadi lumbung pangan bagi prajurit Sultan Agung yang menyerang Batavia. 

Kebumen adalah sebuah kabaputen di provinsi Jawa tengah dengan ibukotanya Kebumen. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di Utara, Kabupaten Wonosobo dan Purworejo di Timur, Samudera Hindia di Selatan, serta Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas di Barat.  

Wilayah Kebumen seluas 1.581,11 km2 merupakan hasil penggabungan dua kabupaten (regenshap), yaitu Kabupaten Karanganyar (Roma) di bagian barat dengan Kabupaten Kebumen (Pandjer) di bagian timur pada 1 Januari 1936. 

Penggabungan Karanganyar ke Kebumen pada tanggal  31 Desember 1935 merupakan bulan kelabu bagi Kabupeten Karanganyar. Penghapusan Kabupaten Karanganyar pada kala itu menuai polemik keras dari pemangku jabatan, maupun rakyat di Karanganyar saat itu, terlebih wilayah Karanganyar lebih luas dan kaya dari Kebumen.

Banyak unsur politik terlibat di dalamnya, salah satunya diduga karena karanganyar merupakan basis kuat perlawanan pada era Perang Diponegoro dan salah satu Bupati Karanganyar yaitu R.A.A Tirtokoesoemo merupakan ketua pertama dari gerakan Boedi Oetomo.

Peninggalan dari Kabupaten Karanganyar yang paling menonjol adalah Alun-Alun Karanganyar yang saat ini merupakan alun-alun dengan diameter terbesar di Kabupaten Kebumen. Disekeliling alun-alun juga terdapat pendopo besar disisi Utara, Masjid Agung disisi barat, hingga bekas penjara disisi selatan. Selain itu, penataan Kota Karanganyar yang rapih dinilai merupakan warisan dari Kolonial Belanda.

Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah, sedangkan pada bagian utara berupa pegunungan dan perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu Selatan.  

Sementara itu di barat wilayah Gombong, terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan sebuah rangkaian pegunungan kapur yang membujur hingga pantai selatan berarah utara-selatan. Daerah ini memiliki lebih dari seratus gua berstalaktit dan stalagmit.  Sementara itu panjang pantai sekira 53 Km yang sebagian besar merupakan pantai dengan fenomena gumuk pasir. 

Kabupaten Kebumen terdiri dari 26 kecamatan, 11 kelurahan, dan 449 desa dengan jumlah Rukun Warga (RW) sebanyak 1.930 buah dan 7.027 buah Rukun Tetangga (RT). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.362.524 dengan luas wilayah 1.211, 74 dan sebaran penduduk 1.124/km².

Motto kabupaten adalah Bhumi Tirta Praja Mukti yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Bumi dan Air untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Sedangkan semboyan Kebumen adalah Kebumen Beriman (Bersih, Indah, Manfaat, Aman, dan Nyaman).

Flora resmi adalah kelapa genjah entog dan fauna resmi adalah walet sarang putih. Kuliner khas dari Kebumen seperti Sega Penggel, Mendoan, Sate Ambal , Soto Tahu dan sebagainya.

Untuk daerah wisata Kebumen tak kurang-kurang mempunyai pesona indah seperti pantai, benteng Van Der Wick, Wisata air terjun juga wisata religi termasuk Vihara. (SDS)***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Wikipedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Rekomendasi Tempat Hangout Hits di Jakarta

Jumat, 12 Juli 2024 | 13:12 WIB

8 Destinasi Liburan Sekolah yang Menyenangkan

Rabu, 5 Juni 2024 | 11:02 WIB
X