Wisata Rohani Gereja Palasari Hati Kudus Yesus, Perpaduan Arsitektur Gaya Belanda dan Budaya Bali

photo author
- Selasa, 6 Desember 2022 | 20:20 WIB
Wisata Rohani Gereja Palasari Hati Kudus Yesus, Perpaduan Arsitektur Gaya Belanda dan Budaya Bali (www.wisatabalibarat.wordpress.com)
Wisata Rohani Gereja Palasari Hati Kudus Yesus, Perpaduan Arsitektur Gaya Belanda dan Budaya Bali (www.wisatabalibarat.wordpress.com)

Terpantau.com - Bali tidak hanya kaya destinasi wisata komersial, tetapi kaya dengan tempat wisata rohani.

Salah satunya adalah destinasi wisata rohani bagi umat Kristen Katolik, yaitu Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Palasari.

Gereja ini terletak di Dusun Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, terletak 20 km di sebelah barat laut kota Negara, Kabupaten Jembrana.

Lokasi Gereja Palasari bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit dari Kota Negara.

Keunikan Gereja Palasari dan umur bangunannya yang sangat tua ini menjadikan Gereja Palasari sebagai tujuan wisata rohani di Bali Barat.

Dalam perjalanan dari Denpasar – Gilimanuk sampai ke Palasari, Anda akan melihat pemandangan rumah penduduk yang tertata rapi dan juga suasana yang sejuk.

Maklum, beberapa tempat di darah ini masih berbentuk hutan dan terdapat sawah dibeberapa tempat dipinggir jalan.

Selain itu juga terdapat objek wisata rohani lainnya yang berdekatan dengan Gereja Palasari ini, yaitu Goa Maria dan Bendungan Palasari.

Baca Juga: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2023, Maskapai Qatar Airways dan Emirates Layani Penerbangan ke Bali 

Sejarah Gereja Palasari berawal pada tahun 1940an, dimana Pater Simon Buis, SVD.

Bersama puluhan kepala keluarga yang berasal dari Tuka dan gumbrih, membuka sebuah hutan Pala di suatu lokasi dekat bukit, yang diberi nama Palasari.

Di sini Pater Simon Buis SVD membangun desa 'Model Dorf' yaitu desa berbudaya Bali namun tetap bernuansa Katolik.

Tahun 1955 bukit di sebelah timur Gereja Palasari sementara diratakan dan kemudian dibangunlah sebuah Gereja yang kokoh, perpaduan arsitektur Belanda dan Bali memberikan nuansa tersendiri bagi umat Katolik Bali.

Gereja Palasari ini diresmikan oleh Pastor Simon Bois pada 15 September 1940, beliau yang mengenalkan agama Katolik pertama kalinya di daerah Bali barat (Palasari).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: Katolikku.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Rekomendasi Tempat Hangout Hits di Jakarta

Jumat, 12 Juli 2024 | 13:12 WIB

8 Destinasi Liburan Sekolah yang Menyenangkan

Rabu, 5 Juni 2024 | 11:02 WIB
X