Terpantau.com – Tak terasa sudah memasuki tahun 2023, sebentar lagi bakalan digelar salah satu tradisi di kalangan masyarakat Tionghoa yaitu Tahun Baru Imlek.
Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 22 Januari 2023 mendatang, tentunya masyarakat Tionghoa sudah mempersiapkan beberapa hal dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek ini. Salah satunya menyiapkan angpau yang sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Tionghoa.
Tahun Baru Imlek dan angpau merupakan salah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Suatu radisi yang ditunggu-tunggu khususnya bagi yang berusia muda adalah angpau. Sebabnya mereka akan menerima banyak hadiah berupa uang dari kerabat yang lebih tua dan mapan
Berikut ini adalah makna angpau dan aturannya dalam Tahun Baru Imlek:
Baca Juga: Kemeriahan Tahun Baru Imlek di Berbagai Negara
1. Angpau berwana merah
Merah adalah warna kesukaan masyarakat Tionghoa karena memiliki makna keberuntungan. Begitu pula dengan warna angpau, wajib berwarna merah. Angpau merah merupakan lambang perantara keberuntungan berupa materi dan berkat bagi yang memberi maupun yang menerima. Jangan memberi angpau putih, karena merupakan lambang kesialan atau tanda duka cita.
2. Tidak boleh menitipkan angpau
Angpau tidak boleh dititipkan karena merupakan tanggung jawab pribadi yang harus dilakukan sendiri. Maknanya dengan memberikan langsung berarti bertemu dan bertatap muka sehingga mempererat tali persaudaraan. Pemberian angpau juga masih bisa dilakukan hingga 14 hari setelah Tahun Baru Imlek. Jadi masih banyak waktu untuk saling bertemu.
3. Diberikan oleh pasangan yang sudah menikah
Pemberian angpau Tahun Baru Imlek wajib diberikan oleh pasangan yang sudah menikah. Pada umumnya angpau diberikan orang yang lebih tua kepada yang lebih muda dan orang yang belum menikah. Jika belum menikah namun secara finansial sudah mapan, diperbolehkan untuk memberikan angpau.
4. Isi angpau tidak boleh ganjil dan berangka 4
Jumlah uang yang diberikan dalam angpau tidak boleh berjumlah ganjil karena dipercaya sebagai kesialan. Sedangkan angka 4 dalam tradisi masyarakat Tionghoa dipercaya sebagai angka sial dan dihindari. Ini karena arti pengucapan angka 4 dalam bahasa Mandarin memiliki kata “mati”. Sebaiknya jangan memberikan uang yang mengandung angka 4 misalnya “Rp 40 ribu”, “Rp 140 ribu”, “Rp 400 ribu” dan sebagainya.
5. Bentuk ungkapan syukur
Artikel Terkait
Cheongsam, Busana Populer Warna Merah Saat Imlek Itu Ternyata Simbol Pemberontakan
Filosofi Salad Yu Sheng, Makanan Khas Tahun Baru Imlek
Deretan Makanan Khas Tahun Baru Imlek