Terpantau.com – Baru-baru ini Kementan merilis Siaran Pers Nomor: 604/R-Kementan/11/2023 pada, Senin, 20 November 2023. Dalam rilis Kementan, Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman genjot akselesasi tanam padi musim tanam Oktober 2023 – Maret 2024.
Mentan Andi Amran Sulaiman fokus memperkuat akselerasi produksi berbagai komoditas strategis nasional, Direktorat Jenderal Perkebunan turut mendukung optimalisasi lahan pertanian dengan meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan sebagai pondasi yang kuat untuk mewujudkan swasembada kedepannya.
Mentan Andi Amran Sulaiman menekankan, tugas dari Presiden RI untuk Kementerian Pertanian - Kementan - salah satunya meningkatkan produksi pangan, menekan impor, dan menjaga harga beras stabil di tingkat konsumen. Solusi permanen untuk menekan harga adalah (meningkatkan) produksi.
Sejalan dengan arahan Mentan, Direktur Jenderal Perkebunan bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktur Pupuk Indonesia Pangan dan Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Karawang melakukan tanam padi sebagai bagian dari Gerakan Percepatan Tanam Padi MT1 (OKMAR), yang sedang gencar dilakukan pada berbagai daerah di Indonesia.
"Gerakan Percepatan Tanam Padi MT1 (OKMAR) ini gerakan inklusif. Tidak peduli siapa kita, dari mana kita berasal, atau apa profesi kita, kita semua dapat bersatu dalam gerakan ini. Para petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sehari-hari berjuang untuk menyediakan kita dengan makanan yang melimpah.”
“Marilah kita berdiri di belakang mereka, memberikan dukungan, dan turut serta dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan. Progres hari ini akan disampaikan ke Direktorat Jenderal Tanaman Pangan lalu diteruskan ke Pak Menteri," kata Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan, Senin (20/11) di Karawang.
Andi Nur menambahkan, sebagai bentuk dukungan percepatan ketahanan pangan, Ditjen Perkebunan juga menginisiasi pengoptimalan tanaman padi dan jagung yang dapat diintegrasikan di lahan perkebunan, seperti yang dilakukan di Manado Sulut beberapa waktu lalu, tanam jagung di kebun kelapa atau integrasi di kebun sawit.
"Kita sudah melakukan integrasi tanaman jagung dengan kelapa di Manado sebagai percontohan. Untuk selanjutnya akan kita terapkan ke daerah lain," ujarnya.
Menurut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Asep Hazar, Gerakan Percepatan Tanam Padi MT1 (OKMAR) sangat penting untuk Desa Kutawargi Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang sebagai supplier padi terbesar di Jawa Barat.
"Gerakan tanam padi saat ini berlokasi di Kelompok Tani Mindilamping Desa Kutawargi Kecamatan Rawamerta. Luas sawahnya kurang lebih 2 Ha dengan hamparan 200 Ha, menggunakan varietas Inpari 32.
Kabupaten Karawang masih terkenal dengan lumbung padi Jawa Barat yang mampu mensuplai kebutuhan beras untuk ibukota dan daerah lainnya yang produksi padinya rendah.
Artikel Terkait
Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian
Komitmen Mentan Andi Amran Sulaiman Untuk Bantu Negara Tekan Berkembangnya Pemahaman Terorisme
Berduka Atas Empat Perwira TNI AU Gugur, Puan Maharani Tekankan Besarnya Pengabdian Prajurit Jaga NKRI
Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi
Luar Biasa, Siti Atikoh Ganjar Pranowo Berhasil Selesaikan Full Marathon 42 Km Event Borobudur Marathon 2023