Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Jumat, 17 November 2023 | 20:35 WIB
Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi (Kementan)
Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi (Kementan)

Terpantau.com - Kementan merilis rilis Kementan Nomor: 600/R-Kementan/11/2023 pada 17/11/2023. Kementerian Pertanian atau Kementan bersama para petani champion di sejumlah daerah melakukan pendistribusian cabai ke sejumlah wilayah yang mengalami fluktuasi harga.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat stabilisasi dan ketersediaan pasokan cabai di masyarakat. Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan dan ketersediaan cabai dalam kondisi aman.

Namun demikian, kata dia, pemerintah tetap bergerak dengan membagikan bibit cabai gratis untuk masyarakat Indonesia agar bisa ditanam di pekarangan rumah. Menurut Amran, langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga situasi harga cabai yang fluktuasi.

Baca Juga: 10 Point Pesan Sidang Sinodal - Para Uskup Se Indonesia KWI - Konferensi Waligereja Indonesia 2023 Dengan Tema Berjalan Bersama Menuju Indonesia Damai

"Ya kita harapkan ada pembagian bibit. Pak Dirjen Hortikultura menggalakkan tanam cabai 5-10 pot di rumah bisa mencukupi keluarganya," kata Amran, kemarin Kamis (16/11/2023).

Mengenai hal ini, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini disebabkan karena cuaca ekstrem atau musim kering el nino yang berlangsung lama sejak awal tahun 2023.

Akibatnya, petani tak bisa menanam karena kekurangan air. Untungnya, kata Prihasto, saat ini musim hujan sudah tiba yang berlangsung sejak awal bulan lalu.

"Situasi panen bulan lalu kurang maksimal dan banyak terserang penyakit. Sementara pertanaman di bulan Februari-April telah memasuki masa habis panen. Untung lah saat itu memasuki musim penghujan," katanya.

Baca Juga: Hujan Bukan Halangan Bagi Warga Kulonprogo, Antusias Sambut dan Diskusi Bareng Ganjar Pranowo

Prihasto mengatakan, cuaca ekstrem atau musim kering memiliki dampak besar terhadap dinamika harga cabai di tingkat grosir. Harga cabai rawit misalnya berkisar di Rp 55.000 hingga 70.000 per kilogram.

Sedangkan untuk cabai keriting berada di kisaran Rp 50.000 hingga 60.000 per kilogram dan cabai TW di kisaran Rp 40.000 hingga 50.000 per kilogram.

Meski demikian, Prihasto memastikan pemerintah melalui kementan terus menjaga stabilitas agar harga cabai yang dinikmati petani tidak dimanfaatkan para cukong dan pedagang nakal sehingga membuat harga cabai di konsumen melonjak tinggi.

Baca Juga: Berduka Atas Empat Perwira TNI AU Gugur, Puan Maharani Tekankan Besarnya Pengabdian Prajurit Jaga NKRI

Kebijakan tersebut diantaranya tetap menjaga pasokan dari para petani Champion Cabai.
"Champion ini adalah mitra strategis Pemerintah dalam menjaga stabilisasi ketersediaan pasokan, baik lokal maupun nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X