Presiden Sebut Ekonomi Indonesia Kokoh 5,05 Persen, Bersyukur Beras Dalam Kondisi Aman

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 28 Februari 2024 | 19:35 WIB
Presiden Sebut Ekonomi Indonesia Kokoh 5,05 Persen,  (KLIKTIMES.COM/HAYU YUDHA)
Presiden Sebut Ekonomi Indonesia Kokoh 5,05 Persen, (KLIKTIMES.COM/HAYU YUDHA)

Terpantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur pasokan beras nasional dalam kondisi aman meski Indonesia dan juga negara-negara dunia dilanda berbagai krisis multidimensi yang cukup hebat.

Diketahui, Perekonomian Indonesia tumbuh dengan sangat kokoh yaitu sebesar 5,05 persen dan inflasinya terjaga di angka 2,57 persen, sepwrti yang tertuang dalam Rilis Kementan No: B-120/HM.160/A.7/02/2024.

"KIta tahu kalau dulu banyak yang menawarkan kepada kita beras, sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen tidak gampang dan tidak mudah karena semuanya ngerem untuk tidak ekspor bahan pangannya," ujar Presiden di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Rabu, 28 Februari 2024.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5, Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Erwin yang Selalu Mencengangkan'

Menurut Presiden, perubahan iklim dan juga cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan paling berat untuk sektor pangan nasional.

Hal ini berakibat besar pada rantai pasok baik nasional maupun global sehingga saat ini banyak negara yang hampir mengalami resesi.

"Akibat perubahan iklim dan perubahan cuaca membuat rantai pasok terganggu dan sudah banyak negara yang masuk dalam jurang resesi."

"Terakhir kita tahu Inggris sudah masuk resesi, Jepang sudah masuk resesi dan probabilitas resesi sudah melanda negara-negara besar seperti Jerman," katanya.

Baca Juga: Aktor Hallyu Song Joong Ki Main Dalam Drakor Queen of Tears. Seberapa Heboh Nanti? Tunggu ya.

Sementara Indonesia, kata Presiden, perekonomian tumbuh 5,05 persen, inflasi terkendali 2,57 persen, kemiskinan turun di angka 9,36 persen, pengangguran turun di angka 5,32 persen, dan gini rasio ketimpangan juga turun di angka 0,38 persen.

"Sekarang ini tantangannya bukan hanya tantangan di dalam negeri, bukan hanya tantangan di domestik tapi justru yang paling berat adalah tantangan eksternal dan juga tantangan global yang sangat rumit dan bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan sosial di dalam negeri."

"Kita patut bersyukur probabilitas Indonesia masih di angka 1,5 persen, perekonomian kita cukup kokoh dan masuk 3 besar," terangnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis panen raya tahun ini dapat menghasilkan produksi padi yang cukup baik.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Main Dalam Serial White Lotus di HBO, Lokasi Season 3 Di Thailand

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X