Pada posisi kedua ada Cilacap dengan
102,05 ton. Kemudian disusul Oku Timur di urutan ketiga dengan 94,14 ton.
Baca Juga: Akting Wu Lei Dalam Dracin Amidst A Snowstorm Of Love Tuai Banyak Pujian
Sementara pada posisi keempat ada Subang dengan capaian perkiraan sebanyak 92,11 ton. Lalu ada Lamongan dengan 89,16 ton.
Di urutan keenam ada Bojonegoro dengan 87,16 ton. Di bawahnya ada Lampung Tengah dengan 84,55 ton. Kemudian Grobogan dengan 82,69 ton.
Selanjutnya ada Jember dengan 78,53 ton dan terakhir Majalengka dengan prediksi capaian produksi beras sebanyak 72,10 ton.
Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, perkiraan capaian produksi beras ini adalah buah dari komitmen Kementan bersama para pelaku pertanian yang bergerak demi masa panen yang kembali normal.
Baca Juga: Renungan Masa Pra Paskah Minggu Kedua, 'Perlunya Pantang dan Puasa Serta Mencari Pujian'
"Kita berkomitmen penuh terhadap kondisi ini. Evaluasi terus kami lakukan agar panen bisa kami capai sebagaimana mestinya," kata dia.
Dirjen Suwandi berharap panen bisa dirasakan oleh seluruh daerah tanpa adanya kendala alam seperti fenomena El Nino yang pada tahun lalu cukup memberikan dampak kepada sektor pertanian.
"Harapan kami tentunya semua daerah, semua wilayah bisa merasakan panen dengan baik sesuai harapan. Dan kami berkomitmen untuk membantu mendorong agar panen bisa maksimal di tahun 2024," tandasnya. ***
Artikel Terkait
Aktif Sebagai Mitra Aksi Nyata Penanaman Pohon, Kementan Terima Penghargaan Revolusi Mental 2023
Panen Bawang Merah di Kabupaten Brebes, Mentan Andi Amran Sulaiman: Saya Senang Performa Produksinya Semakin Baik
Serukan Penggunaan Mekanisasi untuk Tanam Jagung, Mentan Amran Yakini Indonesia Bisa Jadi Negara Super Power
Mentan Andi Amran Sulaiman Apresiasi Kinerja NTB untuk Meningkatkan Produksi Padi dan Jagung Indonesia
Kolaborasi Kementan - TNI Percepat Swasembada, Mentan Andi Amran Sulaiman Panen dan Tanam Jagung di Aceh