Terpantau.com - Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 Pekan, yaitu Pekan Pertama, Pekan Kedua sampai keenam dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.
Masa Pra Paskah Pekan Pertama sampai keenam diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur.
Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.
Baca Juga: Akting Wu Lei Dalam Dracin Amidst A Snowstorm Of Love Tuai Banyak Pujian
Menawarkan tubuh kita sebagai korban yang hidup bukan melulu puasa dan pantang tetapi juga dari mencari pujian, penghargaan, pengakuan.
Karena disiplin tubuh tanpa disiplin spiritual terlalu dangkal untuk dinilai
(Noe)
Mengakhiri minggu kedua Masa Prapaska ini, ada setitik kesadaran agar apa yang telah dijalani selama minggu pertama setidaknya ada yang berubah, didalam menawarkan tubuh kita sebagai korban yang hidup dan ibadat spiritual.
Periode yang relatif singkat sepanjang prapaska ini secara sistematis menurut aturan harus mencakup periode puasa dan pantang.
Tetapi apa yang telah dilakukan itu tidak melulu dari makanan, minuman dan kesenangan tubuh lainnya, melainkan juga dari sisi-sisi mencari pujian, penghargaan, pengakuan, dan kesenangan spiritual lainnya.
Karena disiplin tubuh tanpa disiplin spiritual terlalu dangkal untuk dinilai.
Siapakah yang berhak menilai?
Baca Juga: Presiden Sebut Ekonomi Indonesia Kokoh 5,05 Persen, Bersyukur Beras Dalam Kondisi Aman
Artikel Terkait
Makna Paskah: Tuhan Lewat dan Yesus Bangkit, Renungan Pada Minggu Paskah Rangkaian Tri Hari Suci
Renungan Hari Rabu Abu: 'Dari Debu Kembali ke Debu Tetapi Roh Diselamatkan oleh Allahku'
Renungan Hari Rabu Abu: 'Hanya Debulah Aku Di Bawah KakiMu Tuhan'
Lagu yang Pas Diresapi Ketika Rabu Abu, Take These Ashes : Abu Sebagai Tanda Pertobatan
Renungan Hari Kamis Sesudah Rabu Abu: Makna Berbalik Kepada Tuhan, Sebab Ia Pengasih dan Penyayang