Terpantau.com – Jelang Ramadhan 2023, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan awal bulan Syaban 1444 Hijriyah jatuh pada hari Rabu Wage, (22/2/2023) Masehi.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Senin (20/2/2023) telah menetapkan secara resmi. Penetapan awal bulan Syaban 1444 H itu atas dasar istikmal, yakni menyempurnakan Rajab menjadi 30 hari, seperti tertulis dalam Pengumuman Nomor: 012/LF–PBNU/II/2023.
Adapun, yang menjadi acuan dasar keputusan itu adalah hasil rukyatul hilal, jika tidak ada lokasi yang melaporkan melihat hilal 1 Syaban 1444 H pada Senin 29 Rajab 1444 H bertepatan 20 Februari 2023 M.
Baca Juga: Sejuta Manfaat Kurma bagi Kesehatan Selama Puasa Ramadhan
Dalam pengumuman tersebut, LF PBNU mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi Nahdliyin dalam rukyatul hilal ini. Pihaknya juga meminta seluruh jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PBNU se-Indonesia untuk menyampaikan ini.
Jajaran Pengurus di wilayah dan cabang diminta aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Rajab 1444 H ini kepada warga NU.
Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 11 derajat 04 menit 24 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 13 derajat 57 menit 02 detik selatan titik barat.
Adapun kedudukan hilal berada pada 2 derajat 53 menit 29 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 4 derajat 47 menit 10 detik. Sementara lama hilal 12 menit 35 detik.
Berdasarkan metode falak yang sama pula, maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Jayapura, Provinsi Papua dengan tinggi hilal mar’i 1 derajat 11 menit, elongasi hilal hakiki 4 derajat 21 menit dan lama hilal di atas ufuk 7 menit 8 detik.
Sementara parameter hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dengan tinggi hilal mar’i 2 derajat 25 menit, elongasi hilal hakiki 4 derajat 48 menit dan lama hilal di atas ufuk 12 menit 50 detik.
Baca Juga: Yuk Kenali Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan
Ketinggian hilal di seluruh Indonesia sudah positif. Artinya, hilal berada di atas ufuk pada saat matahari terbenam. Namun, tinggi hilal dan sudut elongasi belum memenuhi kriteria imkan rukyah NU, yaitu tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Sebagai informasi, hilal 29 Rajab 1444 H saat ini sudah berada di atas ufuk, yakni tepatnya +2 derajat 34 menit 53 detik, dengan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.
Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Senin Pahing 20 Februari 2023 pukul 14:08:18 WIB.
Artikel Terkait
Sejuta Manfaat Kurma bagi Kesehatan Selama Puasa Ramadhan
Simak! Jadwal Bulan Puasa Ramadhan 2023 Jatuh pada Tanggal Berapa?
Yuk Intip 5 Ide Usaha Di Bulan Ramadhan Dijamin Cuan Banyak
Daftar Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Puasa Ramadhan Bersama Keluarga dan Teman
Makna Bulan Ramadhan, Bulan Suci Yang Ditunggu Umat Islam
6 Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Berbagai Daerah
Jelang Ramadhan, 8 Referensi Minuman Berbuka Puasa, Dijamin Segar
5 Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2023
Jelan Bulan Suci Ramadhan 2023, Inilah Amalan Penting Menyambut Bulan Puasa