Terpantau.com DPR RI menekankan pentingnya rencana mitigasi (mitigation plan) dalam penataan kawasan yang rawan dalam pengelolaan BUMN, seperti Depo Pertamina Plumpang.
Pertamina seharusnya bertanggung jawab dalam kejadian kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang hanya berjarak 1,5 meter dari pemukiman padat penduduk tersebut,
"Harus ada satu rencana mitigasi ke depan dan memang penataannya harus dilakukan kembali. Tentu yang utama Pertamina bertanggung jawab karena Pertamina di kawasan itu ya otomatis memang kondisinya sangat berbahaya atau rawan bencana sebetulnya, karena letaknya di kawasan padat penduduk," ujar anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana dilansir dpr.go.id.
Baca Juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa
Putu mendorong agar kawasan rawan seperti Depo Pertamina Plumpang harus diawasi dengan baik. Pasalnya, produk yang dikelola Pertamina sendiri sejatinya adalah produk yang beresiko tinggi.
"Yang terpenting adalah standard operational procedure dari Pertamina ini harus dilakukan dengan baik dan maksimal karena mereka mengelola produk yang memang beresiko tinggi," katanya.
DPR RI menekankan perlunya edukasi bagi masyarakat yang masih tinggal di sekitar kawasan berbahaya seperti Depo Pertamina Plumpang tersebut, utamanya terkait emergency action jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Yang terpenting adalah bagaimana caranya agar selalu disosialisasikan emergency action untuk masyarakatnya karena memang ini kan terletak di kawasan yang sangat berbahaya," katanya.
Baca Juga: Fakta dan Kronologi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Update: 17 Orang Tewas dan Puluhan Luka-Luka
Lebih lanjut, ia mendukung kebijakan yang akan diambil pasca kebakaran, baik relokasi masyarakat atau pemindahan depo.
"Jika seandainya deponya harus pindah ya itu harus dilakukan, tapi kalau ke depan relokasi juga menjadi opsi karena situasi yang penting juga menyangkut distribusi kan tapi relokasi itu penting juga. Tentu pemerintah kita berharap Pemerintah DKI, Pemerintah Indonesia juga fokus bagaimana agar merelokasi masyarakat yang ada di situ," katanya.
Putu berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi agar tak ada pihak yang dirugikan.
"Jadikanlah (kejadian kebakaran Depo Plumpang) adalah bencana terakhir ya dalam hubungannya dengan Pertamina, tentu kita berharap ke depan agar tidak terjadi lagi kondisi seperti ini,” katanya.
Artikel Terkait
Pertalite dan Solar Akan Naik, Stafsus BUMN: Jangan Panic Buying
DPR RI Tuding BUMN Perkebunan dan Kehutanan Abaikan Kelestarian Ekosistem Hayati
Jatuh ke Dalam Kontainer Limbah, Tiga Pekerja PPLI Tewas saat Bekerja
Lokasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Dimana Telah Menelan 17 Korban Tewas dan 579 Warga Mengungsi
8 Orang Masih Hilang Dalam Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Korban Tewas Dalam Kondisi Mengenaskan