Terpantau.com DPR RI menuding BUMN bidang perkebunan dan kehutanan di Indonesia hanya memprioritaskan sisi bisnis dalam merencanakan dan melaksanakan program agrowisata. Sementara itu, kelestarian ekosistem hayati tidak diperhatikan dalam menjalankan program agrowisata,
Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema, secara tegas menyatakan menciptakan pembangunan agrowisata tidak boleh sembarangan.
“Konsepnya (agrowisata) terlihat sangat permukaan alias cetek. Semangat agrowisata itu tidak nampak di situ. Kalau kita mau bicara agrowisata, harus ada semangat pelestarian, semangat ekologi, semangat konservasi. Kemudian, harus ada apresiasi terhadap aspek-aspek kultural dan budaya setempat,” kata Ansy Lema, sapaan akrabnya, dilansir laman dpr.go.id.
Baca Juga: Habisi Weekend Dengan Mengunjungi 4 Destinasi Wisata Alam di Puncak Bogor
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan BUMN Bidang Perkebunan dan Kehutanan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, yang digelar Selasa (6/12/2022), Ansy Lema menekankan agar BUMN Bidang Perkebunan dan Kehutanan harus lebih selektif menyusun perencanaan, menentukan mitra sebagai pihak ketiga, hingga eksekusi supaya tetap bisa berkelanjutan tanpa merusak hayati setempat.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu pun mendorong Perseroan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) untuk lebih konsisten dengan tetap mempertimbangkan masukan dari berbagai sudut pandang sektor di bidang agrowisata.
“Kelestarian konservasi alam itu wajib. Pun, menjaga keseimbangan ekosistem harus dipertimbangkan. Utamakan kearifan lokal dan budaya masyarakat dengan melibatkan komunitas. Jangan karena alasan pariwisata, malah hanya jadi imajinasi saja,” katanya.
Pengelolaan Agrowisata Gandeng Swasta
PT Perkebunan Nusantara IX bekerja sama dengan PT Dyandra Promosindo selama 10 tahun terkait pengelolaan dan pengembangan potensi kawasan Kampoeng Kopi Banaran.
Kampoeng Kopi Banaran disiapkan sebagai kawasan agrowisata unggulan Jawa Tengah karena terletak di segitiga emas Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar) yang tengah berkembang pesat sebagai kawasan pariwisata di Pulau Jawa.
Kampoeng Kopi Banaran merupakan Agrowisata dikembangkan dengan konsep edutainment yang mengkolaborasikan keindahan perkebunan kopi dengan fasilitas wisata yang lengkap dan akses pengetahuan tentang perkebunan khususnya komoditas kopi. Area agrowisata itu memiliki luas sekitar 39,11 Ha yang terletak di Jl Bawen – Solo KM 1.5 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Digugat Uni Eropa Soal Nikel, DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Strategi untuk Banding ke WTO
Bali Bakal Jadi Jadi Pusat Health Tourism Dunia, DPR Nilai KEK Kesehatan Sanur Bali Amat Dibutuhkan
Jelang Akhir Tahun, DPR Nilai Pemerintah Makassar Siap Hadapi Libur Nataru 2023
DPR RI Akan Gelar Rapat Paripurna untuk Sahkan Yudo Margono sebagai Panglima TNI
DPR RI Desak Pertamina Pastikan Distribusi BBM Aman di Seluruh Pelosok Negeri Menjelang Natal dan Tahun Baru