Terpantau.com Timor Leste menyatakan dukungannya pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam menciptakan perdamaian di Myanmar dalam gelaran KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo.
Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak mengatakan ASEAN harus menciptakan solusi agar krisis Myanmar segera berakhir.
“Kami juga memiliki kewajiban untuk mendorong agar ASEAN dan komunitas internasional untuk menciptakan perdamaian di Myanmar dan kita harus berkontribusi pada pencapaian solusi agar Myanmar kembali ke tatanan konstitusional yang ada,” kata Taur Matan Ruak.
Baca Juga: KTT ASEAN 2023, Presiden Jokowi Kembali Tegaskan Kekerasan di Myanmar Harus Dihentikan
Sebagai informasi, Timor Leste untuk pertama kali hadir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN setelah pada November 2022 diterima secara prinsip sebagai anggota ke-11 organisasi regional itu. Pada gelaran KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, partisipasi Timor Leste masih sebagai pengamat (observer).
Presiden Jokowi resmi membuka KTT ASEAN 2023 di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT yang dihadiri oleh 8 pemimpin negara ASEAN. Kepala negara Thailand dan Myanmar absen dalam KTT Ke-42 ASEAN tahun ini.
PM Thailand Prayut Chan-o-cha absen karena Negara Gajah Putih itu tengah mempersiapkan pemungutan suara pemilu, yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Mei 2023.
Sementara itu, Myanmar tidak diundang secara politik dalam KTT ASEAN 2023 seiring dengan sikap ASEAN untuk mengecualikan junta Myanmar dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi organisasi kawasan tersebut.
Baca Juga: Jokowi Kecewa Dengan Myanmar, Tegas Serukan Hentikan Kekerasan
Langkah itu diambil karena militer dianggap gagal menerapkan Konsensus Lima Poin, yakni sebuah rencana perdamaian yang diinisiasi oleh para pemimpin ASEAN pada April 2021 guna membantu mengakhiri konflik di Myanmar.
ASEAN Matters: Epicentrum of Growth
Pada keketuaan kali ini, Indonesia mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth yang bermakna ASEAN relevan dan penting sebagai pusat pertumbuhan dunia.
Indonesia bertujuan memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN agar mampu menjawab tantangan 20 tahun ke depan.
Indonesia menyatakan akan mengawal kawasan menuju ASEAN 2045 yang perlu lebih adaptif, responsif, dan kompetitif dengan cara-cara yang sejalan dengan prinsip Piagam ASEAN.
Artikel Terkait
Sudah Resmi Jadi Negara ASEAN, PM Timor Leste Taur Matan Ruak Perdana Hadiri KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo
KTT ASEAN 2023, Indonesia Tegaskan Siap Bantu Timor Leste Jadi Anggota Penuh ASEAN
Kejutan di KTT ASEAN 2023, Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak Siap Penuhi Syarat Anggota ASEAN
Kejahatan Kemanusiaan di ASEAN, Tindak Pidana Perdagangan Orang Dibahas dalam KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo