Jokowi Kecewa Dengan Myanmar, Tegas Serukan Hentikan Kekerasan

photo author
Suryo Dwiputranto, Terpantau
- Sabtu, 12 November 2022 | 07:58 WIB
Presiden Jokowi saat berbicara pada sesi retreat KTT ASEAN Ke-41 yang membahas implementasi 5-point consensus (5PC) di Myanmar, pada Jumat (11/11/2022) di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja. (BPMI Setpres)
Presiden Jokowi saat berbicara pada sesi retreat KTT ASEAN Ke-41 yang membahas implementasi 5-point consensus (5PC) di Myanmar, pada Jumat (11/11/2022) di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja. (BPMI Setpres)

Terpantau.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus terhadap situasi Myanmar yang semakin buruk.

Dalam keterangannya kepada awak media di sela penyelenggaraan KTT ASEAN Kamboja, Jumat (11/11/2022), Jokowi menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya kemajuan yang signifikan dari impelementasi 5-point consensus (5PC) oleh junta militer Myanmar.

Indonesia sangat kecewa dengan situasi Myanmar yang semakin buruk, tidak adanya progres yang signifikan dari implementasi 5PC sekaligus kita tidak melihat adanya komitmen dari junta militer untuk mengiplementasikannya,” ujar Jokowi dilansir laman Sekretariat Kabinet, Jumat (11/11/2022).

Menurut Jokowi, situasi yang terjadi di Myanmar tidak boleh menganggu perjalanan dan kerja sama ASEAN.

“Indonesia mempertegas posisinya untuk tidak memperbolehkan non-political representation dalam KTT ASEAN dan pertemuan tingkat menteri luar negeri. Indonesia juga mengusulkan hal serupa diberlakukan di luar pertemuan tingkat menteri luar negeri,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, Indonesia tetap berkomitmen akan terus memberikan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar.

Baca Juga: KTT G20, Presiden Jokowi: Kita Siap Menerima Tamu-Tamu G20

Jokowi menambahkan, Indonesia juga mendorong ASEAN untuk segera melakukan engagement dengan seluruh stakeholders di Myanmar dan melakukan dialog.

“Indonesia juga menyerukan untuk segera menghentikan segala tindak kekerasan di Myanmar,” jelas Presiden.

Jokowi juga menyampaikan beberapa hal penting terkait isu Myanmar yang dapat dijadikan elemen keputusan pada KTT ASEAN Kamboja kali ini.

Saat berbicara pada sesi retreat KTT ASEAN Ke-41, Jokowi secara khusus membahas implementasi 5-point consensus (5PC) di Myanmar.

“Pertama, penerapan 5PC tetap menjadi acuan utama bagi ASEAN dalam membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya,” ucap Jokowi.

Poin kedua, Jokowi mempertegas seruan penghentian kekerasan agar segera tercipta kondisi kondusif di Myanmar.

“Ketiga, mengusulkan penugasan Sekjen ASEAN dan AHA Centre untuk terus mengupayakan akses agar Comprehensive Needs Assesment dapat segera diselesaikan,” ujar Jokowi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suryo Dwiputranto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X