Pemilik Tesla yang juga pernah mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Menko Marinvest Luhut Panjaitan itu juga ingin mencegah platform itu menjadi ruang gema untuk ujaran kebencian dan perpecahan sambil membatasi sensor sesedikit mungkin.
Baca Juga: Twitter Lakukan Eksperimen Tampilkan Konten Video
Elon Musk akhirnya kemudian membeli Twitter setelah memprotes platform itu tidak transparan soal jumlah akun sampah dan bot, yang membuatnya mundur dari recana pembelian.
CEO baru Twitter itu juga berusaha menenangkan pegawai soal kekhawatiran pemecatan besar-besaran dan meyakinkan pengiklan bahwa kritik yang dia layangkan ke Twitter soal moderasi konten tidak akan mengganggu bisnis.
"Twitter tentu tidak bisa menjadi tempat pelarian bagi semua, tempat di mana semua bisa dikatakan tanpa konsekuensi!" kata Musk dalam surat kepada pengiklan.
Beberapa waktu lalu, Elon Musk melihat Twitter sebagai pondasi untuk membuat aplikasi super yang menawarkan berbagai hal, mulai dari transfer uang, belanja sampai transportasi.***
Artikel Terkait
WhatsApp Down, Telegram Jadi Trending di Twitter
Simak! Ini Daftar HP yang Tak Lagi Dapat Gunakan WhatsApp
Instagram Minta Maaf Karena Down, Sedang Usut Masalahnya
Pasca Instagram Down, Followers Berkurang Drastis Secara Tiba-Tiba