Terpantau.com Presiden Jokowi menginstruksikan agar Bawaslu bekerja keras mengawasi penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) menjelang penyelenggaraan pemilu 2024.
Pasalnya, setiap pemilu DPT selalu menjadi polemik dan menjadi tudingan kecurangan.
"Saya berharap Bawaslu benar-benar bekerja keras mengawasi proses penyusunan DPT ini," kata Presiden Jokowi dilansir laman bawaslu.go.id.
Mantan gubernur DKI itu menegaskan agar Bawaslu melaporkan kepadanya jika ada dari pihak pemerintah yang menghambat dan tidak kooperatif terkait DPT tersebut.
Baca Juga: Presiden Jokowi Dukung Penuh Program Pengawasan Bawaslu dalam Pengawasan Medsos
Pasalnya, DPT sangat memengaruhi kepercayaan masyakarat terhadap penyelenggara pemilu dan akan menghasilkan legitimasi yang kuat.
"Nanti, Pak Rahmat Bagja laporkan ke saya. Karena, urusan DPT ini sangat krusial dari tahun ke tahun dan sangat memengaruhi kepercayaan masyarakat kita," katanya.
Jokowi yakin dengan pengalaman yang dimiliki penyelenggara pemilu akan membuat pemilu semakin berkualitas.
"Hati-hati mengenai ini (daftar pemilih) dan mungkin yang terberat karena melibatkan jumlah pemilih yang sangat besar. Juga, rentang pemilihan yang luas dan kondisi geografis yang sangat beragam," tuturnya.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Ini 4 Arahan Presiden Jokowi dalam Konsolidasi Nasional Bawaslu
"Tapi, saya percaya dengan pengalaman yang kita miliki. Saya merasa kita memiliki bekal yang sangat cukup untuk persiapkan pemilu ke depan jauh lebih dan berkualitas," lanjutnya.
Untuk itu, pengawasan harus dilakukan di semua tahapan pemilu dan seluruh prosesnya harus diawasi dengan cermat dan ditangani dengan hati-hati.
"Hal itu untuk wujudkan sekali pemilu yang berkualitas," kata Jokowi.
Artikel Terkait
Jokowi : Pemilu dan Pilkada 2024 Anggaran 110,4 Triliun Rupiah
5 Arahan Presiden Jokowi Terkait Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024
Sah! 17 Partai Politik Peserta Pemilu 2024
Berikut Daftar Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2024
Ketua DPR RI Minta Partai Politik Mampu Menyuarakan Kepentingan Rakyat