Ancam Kehidupan Berbangsa di Era Digital, Brigade Nasional Siap Perangi Radikalisme dan Intoleransi

photo author
Tim Terpantau 01, Terpantau
- Senin, 30 Januari 2023 | 07:31 WIB
Ketua Umum DPP Brigade Nasional Reni Lubis menegaskan radikalisme dan intoleransi di era digital tidak bisa dibiarkan karena memecah belah persatuan di Indonesia
Ketua Umum DPP Brigade Nasional Reni Lubis menegaskan radikalisme dan intoleransi di era digital tidak bisa dibiarkan karena memecah belah persatuan di Indonesia

Baca Juga: Jaga Gereja hingga Tempat Wisata, Polda Metro Jaya Kerahkan 8.000 Personel pada Perayaan Natal dan Tahun Baru

Meski terjadi perdamaian antar kelompok pelaku dan korban, ia melanjutkan, penyidik tidak boleh menjadikan perdamaian antar pelaku dan korban dalam kasus pidana intoleransi, SARA, pelanggaran HAM sebagai alasan penghentian penanganan kasus pidana tersebut. Pasalnya, ada faktor kepentingan strategis nasional dan kepentingan umum yang lebih besar yang harus dilindungi yakni ketertiban umum dan kesejahteraan umum.

“Sudah banyak kasus intoleransi, radikalisme atas dasar SARA terjadi dan telah memakan korban. Namun, tidak semua kasus intoleransi itu diproses hukum hingga ke pengadilan. Kalau pun ada, hanya kasus intoleransi yang pelakunya dari kelompok minoritas yang diproses. Itu pun dilakukan jika polisi mendapat tekanan dari mereka yang menganggap dirinya berasal dari kelompok mayoritas,” paparnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ajoe Dhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X