TERPANTAU, BEKASI -- Sebagian publik di media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan kasus perundungan yang dialami siswa SMAN 2 Kota Bekasi berinisial EQ (17).
Sebelumnya diketahui, EQ dilaporkan sempat mengalami perundungan oleh kakak kelasnya bernisial ANF, sejak pertama kali masuk sekolah pada Juli 2025 lalu.
Bentuk perundungan yang dialami meliputi tindakan verbal maupun nonverbal, hingga insiden memuncak saat kedua siswa tersebut terlibat cekcok saat waktu istirahat di lingkungan sekolah.
Terlihat dalam unggahan Instagram @feedgramindo, pada Kamis, 16 April 2026, dilaporkan EQ yang tengah memegang ompreng saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah melakukan perlawanan dengan memukul kepala ANF secara spontan.
Baca Juga: Pintu Rumah Digedor dan Dimintai Rp25.000: Kalau Diusir, Marah-marah
"(Hal itu) untuk melepaskan diri dari jambakan (ANF)," ungkap postingan tersebut.
Buntut dari kejadian ini, pihak kepolisian telah menerima laporan terkait adanya insiden tersebut.
Hal yang menuai sorotan publik, yakni laporan tersebut diduga menyatakan ANF mengalami kerugiaan materiil hingga pihak keluarga EQ diminta membayar Rp200 ribu.
Lantas, bagaimana tanggapan pihak keluarga EQ terkait laporan tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: IMF, Bank Dunia, Nilai Positif Kebijakan Fiskal Indonesia
EQ Alami Tekanan Mental usai Dilaporkan
Kondisi EQ sebagai siswa SMAN 2 Kota Bekasi itu kini disebut mengalami tekanan psikologis setelah dilaporkan ke polisi.
Hal itu disampaikan ibu korban, Eka Dini Amalia (46), yang mengatakan proses hukum justru membuat kondisi mental anaknya semakin tertekan.
Artikel Terkait
Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah
Kronologi Mobil Lalamove Masuk ke Jalur Transjakarta hingga Senggolan
Ekonom Sebut Kerja Sama Energi RI-Rusia Tepat Jaga Ketahanan
Terbukti Unggul! D’Raja Law Firm Sapu Bersih Ratusan Kasus
Polisi Usut Kasus Dosen yang Diduga Mesum ke Mahasiswi UBL
Menkeu Purbaya: IMF, Bank Dunia, Nilai Positif Kebijakan Fiskal Indonesia
2,1 Juta Peserta BPJS PBI Reaktivasi: 1,4 Juta Alih Segmen, 388 Ribu Jadi Mandiri
Viral Penggerebekan Pabrik 'Whip Pink' Beromzet 5 Miliar per Bulan
Kronologi Kecelakaan Motor vs Bus di Flyover Jakbar
Pintu Rumah Digedor dan Dimintai Rp25.000: Kalau Diusir, Marah-marah