TERPANTAU, JAWA TIMUR -- Sebagian kalangan masyarakat di Jawa Timur (Jatim) tengah dihebohkan dengan kasus keracunan massal yang dialami oleh para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Dalam unggahan Instagram @jombanginformasi_, pada Sabtu, 7 Maret 2026, dilaporkan puluhan santri di Ponpes dilarikan ke rumah sakit usai diduga menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).
Peristiwa itu terjadi saat mereka tengah berbuka puasa bersama di bulan suci Ramadan, pada Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga: Kasad Maruli Serahkan Bantuan Rumah ke Keluarga Prajurit Gugur
"Mereka mengalami gejala keracunan usai buka bersama di pondoknya," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Terdapat menu telur asin dalam paket MBG yang diduga dikonsumsi santri hingga menyebabkan keracunan.
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun telah mengambil sampel sisa makanan di Ponpes Jombang tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Terkait kondisi korban, kini dilaporkan sebanyak 28 orang santri di Ponpes Sholawat Darut Taubah yang sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung.
Baca Juga: Analis Prediksi Harga BBM RI Naik jika Perang AS–Iran Terus Berlanjut
Lantas, bagaimana kondisi terkini para korban dalam insiden tersebut? Berikut ini ulasannya.
Gejala Keracunan: Pusing hingga Muntah
Secara terpisah, Direktur RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Dwi Rizki Wulandari memastikan jumlah korban sebanyak 28 orang.
Hal tersebut demi meluruskan data dari pihak kepolisian maupun Dinas Kesehatan Jombang.