TERPANTAU, MUARO JAMBI -- Satu unit alat berat jenis ekskavator yang diduga tengah bekerja untuk membuka lahan Hutan Produksi (HP) di Desa Rantau Panjang, Kumpeh, terperosok hingga tenggelam ke dalam tanah gambut.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi ketika operator sedang melakukan aktivitas pembersihan lahan, dan tanah yang merupakan gambut tidak mampu menopang beban dari alat berat tersebut.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran di Tanjung Duren, Sekeluarga Tewas Diduga Terjebak Asap
"Kejadiannya sangat cepat. Operator sempat berupaya menyelamatkan diri setelah menyadari posisi alat sudah tidak stabil," kata salah seorang warga setempat yang mengetahui peristiwa itu, dan menolak namanya disebutkan, Sabtu 18 April 2026.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, proses evakuasi alat berat itu sangat rumit, karena badan ekskavator terbenam dalam gambut yang cukup dalam.
Baca Juga: Ekonomi RI Dipuji, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi
Menariknya, menurut informasi dari warga, terbuka cerita lain dari polemik lahan HP yang ada di desa tersebut. Dimana, seorang pria berinisial A, asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama ketua kelompok tani Seikuang Berjaya telah menggarap lahan tersebut.
Mereka diduga melakukan hal itu untuk memperkaya diri sendiri bukan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Warga juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut persoalan lahan Hutan Produksi (HP) di desa tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait atas perihal bisa masuknya alat berat ke lahan Hutan Produksi (HP) tersebut.
Artikel Terkait
Ekonomi RI Dipuji, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi
Beredar Dugaan Adegan Mesum di Teater Kampus Malaysia, Mendikti Turun Tangan
Gubernur Rahmat Mirzani Sukses Jadikan Lampung Lumbung Pangan
Kronologi Kebakaran di Tanjung Duren, Sekeluarga Tewas Diduga Terjebak Asap
Evakuasi Dramatis Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar
IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas
Piet Hein Babua: Penghargaan KWP Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Publik
Padahal Kawasan Parkir Digital, Jukir Tetap Minta Uang Parkir Rp2.000
Polisi Bongkar Dua Sindikat Pengoplos LPG 3 Kg, Salah Satunya Pemilik Pangkalan Resmi
Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng dengan Kebijakan DMO