"Tadi malam kami menerima 28 pasien (santri korban keracunan), semuanya saat ini masih dirawat inap," ungkap Dwi kepada awak media di Mojoagung, Jatim, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dwi menjelaskan, saat masuk ke IGD, para santri mengalami gejala klinis keracunan berupa pusing, mual dan muntah.
Baca Juga: Analis Prediksi Harga BBM RI Naik jika Perang AS–Iran Terus Berlanjut
Mereka disebut mengalami gangguan sirkulasi tekanan darah dan kekurangan cairan tubuh.
"Sirkulasi tekanan darahnya ada yang rendah karena kondisi puasa, buka baru sedikit, lalu muntah," terang Dwi.
"Rata-rata gangguan di sirkulasi tekanan darah dan kekurangan cairan tubuh," sambungnya.
Rerata Usia Korban: 12-21 Tahun
Dalam kesempatan yang sama, Dwi menyebutkan 28 santri yang mengalami gejala keracunan itu berusia 12-21 tahun.
Baca Juga: THR Pensiun 2026 Pecah Rekor: Penyaluran Capai 97 Persen
Dwi memastikan, 28 korban dalam kondisi stabil ketika dipindahkan ke ruangan rawat inap.
"Keluhannya sudah berkurang, sudah membaik semuanya. Kami perlu observasi lagi," tandasnya.
Di lain pihak, Polres Jombang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat masih melakukan investigasi mendalam terkait dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan santri di Ponpes Jombang.
Sampel Nasi Rawon hingga Telur Asin
Dalam kesempatan berbeda, Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan menuturkan, pihaknya bersama tim medis Dinkes Jombang telah melakukan olah TKP dan pengambilan sampel di lokasi kejadian.