“Udah sering ini Jalan Bandengan Selatan. Gue waktu beberapa bulan lalu aja ada mobil yang tiba-tiba mundur kenceng, posisi naik 1A juga. Ternyata karena ada polisi di ujung jalan perempatan,” tulis akun @ridwanmiller6.
Akun yang sama juga membeberkan bahwa lokasi tersebut juga minim penjagaan.
“Penjagaan separator di sini kadang dijaga, kadang enggak,” imbuhnya.
Baca Juga: Momen Satpol PP Bubarkan Street Coffee Jembatan Kewek
Sementara beberapa komentar warganet lainnya memberikan dukungan pada sopir Transjakarta, seperti, “Tolong dalam kasus begini, jangan semua dibebankan ke pramudi kayak yang udah-udah karena jelas, aturan mobil selain TJ tidak berhak masuk jalur,” tulis akun @mra*****a
“Dengan masuk jalur busway aja udah salah, pakai dalil apapun tetap salah,” tulis akun @dar*******3
“Coba buka CCTV, biar tahu yang salah siapa. Kalau bener driver Lalamove, tolong dikasih peringatan,” tulis akun @aur*******i
Pihak ekspedisi Lalamove sendiri belum memberikan pernyataan mengenai viralnya dugaan memaksa masuk jalur Transjakarta hingga insiden senggolan tersebut.***