Korban kemudian memberikan uang ongkos ojek kepada kakek tersebut, tapi masih terus disambut dengan paksaan untuk mencium.
Kemarahan Ibu Korban pada Kakek Ojek
Lebih lanjut, ibu korban bersama sejumlah warga tampak menginterogasi kakek tersebut.
“Peluk cium anakku, menangis anakku,” ucap ibu korban setelah mengetahui kejadian tersebut.
Namun, sang kakek terus menjelaskan bahwa dirinya hanya menawarkan jasa untuk mengantar-jemput.
Baca Juga: 2,1 Juta Peserta BPJS PBI Reaktivasi: 1,4 Juta Alih Segmen, 388 Ribu Jadi Mandiri
Ibu korban juga membeberkan pengakuan dari anaknya bahwa kakek tersebut sempat memegang bagian paha, selain meminta peluk dan cium.
Meski terus dicecar pertanyaan, kakek tersebut terus bersumpah bahwa dirinya tidak melakukan sesuatu yang dituduhkan.
Ia juga tak memberikan alasan yang jelas mengapa dirinya keluar dari rumah korban setelah mengantar pulang.
Terus berkilah hanya mengantar, kakek tersebut lantas menunjukkan uang yang diberikan oleh korban sebagai ongkos pulang menggunakan jasa ojeknya.***