Publik mengenal Gus Miftah sebagai dai yang kerap berdakwah di tempat-tempat yang tak biasa: klub malam, lokalisasi, hingga komunitas marjinal.
Ia pernah menyebut bahwa orang yang dianggap “ahli maksiat” justru sering memandang orang saleh dengan penuh harap, sementara orang yang merasa saleh kadang melihat mereka dengan stigma.
Karena itu, menurutnya, dakwah seharusnya hadir dengan empati, bukan penghakiman.
Baca Juga: Mak Nyak Bantah Terlibat Pengawalan Tronton Batu Bara yang Terguling
Momentum buka puasa bersama pekerja 1001 Hotel dan Colosseum ini seolah menandai kembalinya Gus Miftah ke pola dakwah yang dulu membesarkan namanya — mendatangi mereka yang jarang disentuh.
Soal Ujian dan Kritik
Dalam sesi tanya jawab, Gus Miftah juga menyinggung masa-masa ketika dirinya dihujani kritik.
Ia mengutip hadis bahwa jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya.
“Manusia punya kendala, Allah punya kendali,” katanya.
Menurutnya, ujian justru membuatnya lebih banyak membantu orang lain. Ia mengaku, setelah melalui masa sulit, jumlah orang yang bisa ia berangkatkan umrah justru bertambah.
Baca Juga: Miris, Beras Milik Seorang Nenek di Tenda Pengungsian Hilang Dicuri
Dakwah Tanpa Batas Tempat
Kehadiran Gus Miftah di klub malam selalu memantik pro-kontra. Ada yang menilai langkah tersebut progresif, ada pula yang menganggapnya kontroversial.
Namun bagi Gus Miftah, dakwah tidak mengenal batas tempat.
Artikel Terkait
Miris, Beras Milik Seorang Nenek di Tenda Pengungsian Hilang Dicuri
Mak Nyak Bantah Terlibat Pengawalan Tronton Batu Bara yang Terguling
Dukung Pembatasan Alfamart dan Indomart, Nasrullah: Demi Keadilan Ekonomi
Satgas Gulbencal Kodam I/BB Tuntaskan Perbaikan Jembatan di Hutanabolon
Di Balik Target Defisit 2,68 Persen, Ada Disiplin Fiskal yang Disorot
Respons MUI soal Polemik Sertifikasi Halal Produk Impor AS
Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal, Babe Haikal: Jangan Khawatir
Viral Dugaan Oknum Matel Tusuk Seorang Advokat di Banten
Viral Galian Proyek Pengelola Air Limbah di Jakut Memakan Korban
BI Tahan Suku Bunga, Ekonomi Terancam Stagnan di 5 Persen