Berani Catut Nama Pemerintah
Dalam memuluskan aksi penyebaran hoaks 2022, mereka biasanya mencatut nama pemerintah pusat maupun daerah dengan temuan sebanyak 417 hoaks (24,6 persen).
Menurut Mafindo, kategori ini terkadang dicatut begitu saja, terkadang juga sekaligus menjadi target sentimen negatif yang ditumbuhkan melalui hoaks.
"Dominasi kategori ini menunjukkan bahwa hoaks patut diwaspadai sebagai upaya menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah," katanya.
Baca Juga: Sebuah Rekaman Suara Bocor Di Media Sosial, Ungkap Kondisi Ridwan Kamil dan Istrinya
Adapun pihak yang sering melakukan klarifikasi atas hoaks yang sudah beredar di masyarakat adalah pemeriksa fakta independen atas 1.011 temuan hoaks (59,5 persen), pemerintah berkisar 248 kasus, dan klarifikasi oleh lebih dari satu pihak masih minim hanya sejumlah 62 temuan (3,7 persen).
"Pemeriksa fakta ini tidak hanya bicara pemeriksa fakta yang berasal dari Mafindo, tapi Mafindo juga kemudian mengompilasi berbagai hasil verifikasi dari para pemeriksa fakta independen lainnya," ujarnya.
Artikel Terkait
Petinggi Twitter Langsung Dipecat Elon Musk, Dapat Pesangon Fantastis
Curhat Makin Panjang Nih, Twitter Tambah Jumlah Karakter Tweet jadi 4000
Ini 2 Cara Agar Instagram Tidak Terkoneksi dengan Facebook
WhatsApp Berhenti Beroperasi di 47 Ponsel Ini Mulai Desember 2023, Cek Daftar Lengkapnya di Sini