APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Hanya 'Shock Absorber' Awal Tahun

photo author
Redaksi Terpantau, Terpantau
- Rabu, 11 Maret 2026 | 07:28 WIB
Gambar ilustrasi dengan tulisan Defisit Awal Tahun (Terpantau/Ist)
Gambar ilustrasi dengan tulisan Defisit Awal Tahun (Terpantau/Ist)

Jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang mencatat defisit Rp54,6 triliun atau sekitar 0,21 persen dari PDB, Noviardi menilai kenaikan defisit pada Februari masih berada dalam pola yang wajar.

Secara historis, defisit pada awal tahun memang cenderung meningkat seiring percepatan realisasi belanja pemerintah.

Sebagai perbandingan, pada Februari 2025 defisit tercatat sekitar Rp30,7 triliun atau 0,13 persen dari PDB. Namun peningkatan nominal pada tahun ini juga mencerminkan skala ekonomi nasional yang semakin besar.

Baca Juga: Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026

Menurut Noviardi, selama tren penerimaan negara tetap terjaga, defisit awal tahun tidak akan menjadi masalah bagi stabilitas fiskal nasional.

Ia juga menilai strategi pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan nonpajak seperti dividen BUMN serta royalti sektor migas dapat membantu meredam tekanan dari volatilitas harga energi global.

“Selama pemerintah konsisten menjaga efisiensi belanja nonprioritas dan mengoptimalkan sumber penerimaan negara, maka proyeksi defisit tahunan masih sangat mungkin dijaga di bawah 3 persen PDB,” katanya.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis

Ia menambahkan bahwa kritik terhadap defisit awal tahun seringkali muncul karena melihat angka secara parsial tanpa mempertimbangkan konteks siklus anggaran tahunan.

“Yang perlu dilihat adalah tren fiskal sepanjang tahun dan kualitas belanjanya. Selama belanja diarahkan pada program produktif dan penerimaan negara terus membaik, ruang fiskal Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan ekonomi global,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Terpantau

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X