Jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang mencatat defisit Rp54,6 triliun atau sekitar 0,21 persen dari PDB, Noviardi menilai kenaikan defisit pada Februari masih berada dalam pola yang wajar.
Secara historis, defisit pada awal tahun memang cenderung meningkat seiring percepatan realisasi belanja pemerintah.
Sebagai perbandingan, pada Februari 2025 defisit tercatat sekitar Rp30,7 triliun atau 0,13 persen dari PDB. Namun peningkatan nominal pada tahun ini juga mencerminkan skala ekonomi nasional yang semakin besar.
Baca Juga: Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026
Menurut Noviardi, selama tren penerimaan negara tetap terjaga, defisit awal tahun tidak akan menjadi masalah bagi stabilitas fiskal nasional.
Ia juga menilai strategi pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan nonpajak seperti dividen BUMN serta royalti sektor migas dapat membantu meredam tekanan dari volatilitas harga energi global.
“Selama pemerintah konsisten menjaga efisiensi belanja nonprioritas dan mengoptimalkan sumber penerimaan negara, maka proyeksi defisit tahunan masih sangat mungkin dijaga di bawah 3 persen PDB,” katanya.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
Ia menambahkan bahwa kritik terhadap defisit awal tahun seringkali muncul karena melihat angka secara parsial tanpa mempertimbangkan konteks siklus anggaran tahunan.
“Yang perlu dilihat adalah tren fiskal sepanjang tahun dan kualitas belanjanya. Selama belanja diarahkan pada program produktif dan penerimaan negara terus membaik, ruang fiskal Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan ekonomi global,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Viral Foto Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Bekasi, Polisi Pastikan Hasil Editan
Menakar Penguatan Nilai Tukar Rupiah
Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Viral Curhatan Wanita yang Diduga Jadi Korban Pelecehan di KRL
Kronologi Insiden Pembunuhan Ermanto Usman, Pelaku Kini Diringkus Polisi
Menkeu Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi
Dunia Dilanda Konflik, Anton Ajak Warga Ketapang Gelar Doa Bersama
Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026
Stok Pangan dan Energi RI 'Kokoh' di Tengah Konflik Global