Perputaran Uang Mudik Lebaran Diprediksi Tembus Rp190 Triliun

photo author
Redaksi Terpantau, Terpantau
- Kamis, 12 Maret 2026 | 10:58 WIB
Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

TERPANTAU, JAKARTA/JAMBI – Momentum mudik Idul Fitri 2026 diyakini kembali menjadi penggerak utama perputaran ekonomi nasional.

Perputaran uang yang dibelanjakan pemudik selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan menembus Rp190 triliun, terpisah dari uang beredar atau Uang Layak Edar (ULE) yang disiapkan Bank Indonesia sebesar Rp185,6 triliun.

Jumlah pemudik diprediksi mencapai sekitar 144 juta orang. Sementara itu, uang beredar yang disiapkan Bank Indonesia mencakup stok tunai yang didistribusikan melalui perbankan sekitar Rp177 triliun serta layanan penukaran langsung sebesar Rp8,6 triliun. 

Baca Juga: Kronologi Pria Bunuh Mantan Pasangan Sesama Jenisnya di Batam

Adapun angka Rp190 triliun merepresentasikan nilai transaksi konsumsi aktual masyarakat seperti belanja kebutuhan Lebaran, angpao, transportasi, hingga aktivitas ekonomi lainnya yang baru terealisasi saat arus mudik berlangsung.

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara uang beredar yang disiapkan otoritas moneter dengan uang yang benar-benar dibelanjakan masyarakat selama periode mudik.

Menurutnya, uang beredar merupakan kapasitas likuiditas yang disediakan secara antisipatif oleh Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Penanganan Hukum, Pelindo Jambi Gandeng Kejaksaan

Sementara uang yang dibelanjakan mencerminkan kecepatan perputaran uang atau velocity of money yang terjadi secara riil ketika jutaan pemudik bergerak dari pusat ekonomi seperti Jabodetabek menuju daerah asal di berbagai wilayah Indonesia.

“Uang beredar Rp185,6 triliun itu seperti tangki bahan bakar yang sudah disiapkan penuh. Sementara Rp190 triliun perputaran ekonomi adalah jarak tempuh aktualnya ketika uang itu benar-benar dibelanjakan selama mudik. Bahkan nilainya bisa lebih besar karena uang yang sama bisa berputar berkali-kali di sektor usaha kecil di daerah,” ujar Noviardi, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menambahkan distribusi uang beredar juga menunjukkan konsentrasi ekonomi mudik masih didominasi Pulau Jawa.

Baca Juga: Kemlu: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran

Jawa Tengah menjadi provinsi dengan alokasi terbesar yakni sekitar Rp26,32 triliun melalui 251 titik layanan penukaran uang, melampaui Jawa Timur yang menerima sekitar Rp24,6 triliun. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Terpantau

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X