Rekomendasi Strategi Investasi Update
Melihat volatilitas yang masih tinggi, Kusfiardi menyesuaikan rekomendasi menjadi lebih defensif. Pertama, Rasio Kas: Tingkatkan likuiditas minimal 40% dalam portofolio untuk fleksibilitas.
Kedua, Sektor Defensif: Prioritaskan sektor Energi (PERT, MEDC) dan Konsumer Primer (UNVR, ICBP). Ketiga, Hindari Sektor Sensitif: Kurangi eksposur pada Properti, Konstruksi, dan Transportasi yang rentan terhadap fluktuasi suku bunga dan pelemahan Rupiah. Keempat, Diversifikasi: Pertimbangkan aset safe haven seperti obligasi pemerintah dan emas fisik.
Baca Juga: 12 Fakta Kinerja Tirta Mayang Tak Terbantahkan Lima Tahun Terakhir
“Pekan ini adalah ujian penting. Jika level support IHSG di 7.000–7.100 mampu bertahan, kita bisa mengharapkan rebound terbatas. Namun, prioritas utama tetap mitigasi risiko terhadap kemungkinan breakout kembali ke atas Rp17.000 yang dapat mengancam stabilitas APBN,” tutup Kusfiardi.
Artikel Terkait
Ekonom Usul Pemerintah Batalkan Perjanjian Dagang RI-AS
Harga Minyak Dunia Melejit, Ekonom Ingatkan Tekanan Fiskal
Dekati Rekor Terlemah, Pakar: Rupiah Tertekan Arus Global
Menakar Penguatan Nilai Tukar Rupiah
Menkeu Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Hanya 'Shock Absorber' Awal Tahun
Perputaran Uang Mudik Lebaran Diprediksi Tembus Rp190 Triliun
Defisit APBN Meningkat, Pakar: Strategi Jaga Ekonomi Domestik
APBN Masih Terjaga di Tengah Memanasnya Timur Tengah
Ekonom: Pertumbuhan Penerimaan Pajak Cerminkan Perbaikan Ekonomi