Sektor penerbangan pun menyumbang kenaikan pemberangkatan dengan tambahan 71.993 penumpang. Secara total, sebanyak 2.400.544 orang memilih menggunakan pesawat terbang pada periode jelang Idul Fitri 2026, naik dari 2.328.551 orang pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pengamat : Universal Banking Bisa Jadi Lompatan Besar Perbankan Indonesia
“Sinkronisasi antara likuiditas dan mobilitas ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Masyarakat memiliki daya beli dan mereka memiliki akses mobilitas untuk membelanjakannya di kampung halaman, yang secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi lokal,” tuturnya.
Lembaga Riset NEXT Indonesia Center memproyeksikan bahwa gabungan antara dana siap belanja sebesar Rp1.241 triliun dan masifnya arus mudik ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal pertama.
“Lebaran 2026 adalah momentum emas. Dengan sirkulasi uang kartal atau uang tunai yang mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir, kita sedang menyaksikan mesin ekonomi domestik bekerja pada kapasitas optimal,” tutup Ade Holis.
Artikel Terkait
Perputaran Uang Mudik Lebaran Diprediksi Tembus Rp190 Triliun
Defisit APBN Meningkat, Pakar: Strategi Jaga Ekonomi Domestik
APBN Masih Terjaga di Tengah Memanasnya Timur Tengah
Ekonom: Pertumbuhan Penerimaan Pajak Cerminkan Perbaikan Ekonomi
Eskalasi Selat Hormuz dan Outlook Negatif Fitch Picu Koreksi Terburuk di Awal 2026
Pengamat: Ekonomi Indonesia Tidak Memburuk, Tapi Tertekan di Level Mikro
Pengamat : Universal Banking Bisa Jadi Lompatan Besar Perbankan Indonesia
Ekonomi Pasca Lebaran, Ekonom Sorot Risiko Inflasi dan Rupiah
Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen
Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Realistis