Ia menilai, tanpa perbaikan serius pada iklim investasi dan penyelesaian hambatan struktural (debottlenecking), target pertumbuhan 6 persen berisiko menjadi sekadar ambisi, bukan capaian nyata.
Baca Juga: Kemnaker Pastikan Aduan THR Ditindaklanjuti secara Intensif
Sebagai penutup, Noviardi menegaskan bahwa target 6 persen seharusnya dijadikan sebagai target kerja yang memacu kualitas kebijakan, bukan sekadar angka optimistis.
“Kalau ingin 6 persen, maka kebijakannya juga harus kelas 6 persen. Artinya berani, konsisten, dan menyentuh sektor produktif secara langsung,” pungkasnya.