TERPANTAU, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan setiap aduan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan yang masuk tidak akan berhenti di meja administrasi.
Di tengah masih tingginya laporan pembayaran THR 2026, Kemnaker meminta pengawas ketenagakerjaan di pusat dan daerah bergerak cepat memeriks a setiap aduan agar hak pekerja/buruh segera dipenuhi.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, para gubernur diminta segera menerjunkan pengawas ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk melalui Posko THR Kemnaker maupun posko-posko THR di dinas tenaga kerja.
Menurut dia, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan ketika hak pekerja/buruh terancam tidak dipenuhi.
“Saya minta para gubernur segera menerjunkan pengawas ketenagakerjaan untuk memeriksa setiap laporan yang masuk, baik melalui Posko THR Kemnaker maupun posko di dinas tenaga kerja. Negara tidak boleh membiarkan aduan pekerja menumpuk tanpa kepastian penyelesaian,” kata Yassierli dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Baca Juga: Ditinggal Mudik, Warga Ini Geram Rumah Kontrakannya Mendadak Penuh Sampah
Yassierli menegaskan, pengawas ketenagakerjaan di Kemnaker dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi harus bergerak cepat memeriksa laporan, melakukan tindak lanjut sesuai kewenangan, serta memastikan perusahaan memenuhi kewa jibannya kepada pekerja atau buruh.
Menurut dia, pengawasan tidak boleh berhenti pada pendataan, tetapi harus berujung pada penyelesaian yang nyata.
Langkah tersebut ditempuh karena aduan pembayaran THR 2026 masih tinggi. Karena itu, pengawasan lapangan dinilai perlu diperkuat agar setiap laporan bergerak menjadi pemeriksaan, koreksi, dan penyelesaian yang memberi kepastian bagi pekerja/buruh.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Ismail Pakaya, mengatakan tindak lanjut pengawasan atas aduan THR terus berjalan.
Dari seluruh laporan yang direkap per 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, telah diterbitkan 200 Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja, 7 Nota Pemeriksaan I, dan 4 rekomendasi. Selain itu, 1.461 kasus masih dalam proses penanganan, sedangkan 173 kasus telah dinyatakan selesai.
Baca Juga: Viral Mobil BYD Nyemplung ke Kolam Bundaran HI
“Data tersebut menunjukkan bahwa aduan yang masuk terus dikawal agar berujung pada pemenuhan hak pekerja/buruh. Karena itu, peng awas ketenagakerjaan akan terus mengawal seluruh laporan sampai ada penyelesaian yang konkret, terukur, dan memberi kepastian bagi pekerja,” kata Ismail.
Artikel Terkait
KPK Dinilai Beda Perlakuan ke Yaqut Cholil dan Lukas Enembe
Yaqut Kembali ke Rutan, Ini 3 Alasan KPK Cabut Status ‘Tahanan Rumah’
Usai Heboh Status 'Tahanan Rumah', Yaqut Ngaku Senang Bisa Sungkem ke Ibu
Abdullah Rasyid Nilai Langkah Indonesia di BoP Lebih Efektif Bela Palestina
Harga BBM di Negara Lain Meroket Tapi di RI Masih Stabil
Pengamat Sebut MBG Bisa Jadi Game Changer Pengentasan Stunting
Pemerintah Minta Masyarakat Maksimalkan Waktu WFA saat Arus Balik
Kepala BGN Tantang SPPG Sajikan Menu MBG dengan Kualitas Bintang 5
Wacana Sekolah Online Batal, Belajar Tatap Muka Dinilai Penting
Kepala BAIS TNI Mundur Buntut Tindakan Oknum BAIS