Ia menilai, tanpa perbaikan serius pada iklim investasi dan penyelesaian hambatan struktural (debottlenecking), target pertumbuhan 6 persen berisiko menjadi sekadar ambisi, bukan capaian nyata.
Baca Juga: Kemnaker Pastikan Aduan THR Ditindaklanjuti secara Intensif
Sebagai penutup, Noviardi menegaskan bahwa target 6 persen seharusnya dijadikan sebagai target kerja yang memacu kualitas kebijakan, bukan sekadar angka optimistis.
“Kalau ingin 6 persen, maka kebijakannya juga harus kelas 6 persen. Artinya berani, konsisten, dan menyentuh sektor produktif secara langsung,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kemnaker Pastikan Aduan THR Ditindaklanjuti secara Intensif
Viral Pemotor Tewas Akibat Tabrak Tiang Beton, Sempat Dikejar Polisi
Pegiat Anti Korupsi Minta KPK Lakukan Profiling Terkait Tambang Emas Tumpang Pitu
Arus Balik Lebih Nyaman Manfaatkan Diskon Tarif Jalan Tol
Viral Warga Filipina Diduga Terpaksa Jalan Kaki Imbas Krisis BBM
Orang Singapura Heran Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Tidak Naik
Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen
Cerita Korban Selamat Kecelakaan Travel, Sopir Diduga Enggan Perlambat Laju Kendaraan
Toko Oleh-oleh Kebanjiran Cuan saat Libur Lebaran
Soroti Status 'Tahanan Rumah', Mahfud MD: KPK Diserang Tanpa Bisa Bernapas