Terpantau.com – Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.
Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.
Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.
Baca Juga: Mantan Anak Buah Ungkap Prabowo Tidak Punya Buku Putih Pertahanan Indonesia
Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.
Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.
Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.
Stay Tune!
Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.
Baca Juga: Meskipun Warga Sipil, TPN Yakin Ganjar Pranowo Mumpuni Sebagai Panglima Tertinggi
Episode 126. Konfirmasi Akhir Perasaan, Mungkinkah?
“Melania sudah menanyakan tentang foto perempuan yang mirip kamu dan anak perempuannya kepadaku,” kata Ryan. Sontak jantungku bergedup keras, dan melonjak-lonjak. Setelah jeda agak lama, mungkin Ryan ingin memberiku kesempatan untuk menata diri dia melanjutkan. Melania mengatakan kepada Ryan agar dia berterus terang kepadaku sekaligus meminta pendapatku. Kembali aku dilingkupi rasa yang entah. Mana aku sendirian tanpa Erwin dan tanpa Melania. Kemana pula itu Melania membiarkanku berhadap-hadapan dengan Ryan sendirian.
“Dia perempuan yang kutemui di IKN, Eve,” ucap Ryan “Aku sedang menata semuanya terutama hatiku. Antara ya dan tidak aku juga masih gamang. Dan kau tak usah bertanya kenapa ya?” Ryan melanjutkan. Dengan Ryan mengucapkan hal itu pertanyaan di dalam hatiku justru semakin berjibun. Apa mungkin Ryan masih ragu-ragu karena mempertimbangkan kebahagiaanku. Tapi dia juga berhak bahagia. Tentunya aku tidak boleh juga membebani perasaannya. Entah dorongan apa ketika aku akhirnya memberanikan diri menawarkan bantuan kepada Ryan. Mungkin memang di dasar hatiku tersimpan rasa cinta tapi dengan penuh kesadaran aku benamkan kembali agar tidak muncul ke permukaan dan tumbuh.
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kode Tersembunyi Di Balik Secangkir Teh Lemon Balm Dari Erwin'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Tidak Goyah, Uang Kembali'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Selain Pikiranku, Hariku Pun Ikutan Sibuk'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Apa Pembelaanmu, Eve?'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Berjuta Tanya yang Membara Di Dada'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Bitter Sweet Salted Sour Kenyataan'